Inilah Perkembangan Terbaru
Anggota DPRD Mitra Royke Pelleng saat disambut Kepala Dinas Penanaman Modal Kabupaten pulang pisau

Inilah Perkembangan Terbaru, Terkait 18 Warga Mitra di PT BAFM

Ratahan, Fajarmanado.com – Terkait 18 warga Minahasa Tenggara (Mitra) Silian dan Tombatu yang diperlakukan tidak layak saat bekerja di PT Berkah Alam Fajar Mas (BAFM) Kabupaten pulang Pisau Kalimantan Tengah (Kalteng), tim khusus yang tugaskan oleh Bupati James Sumendap untuk melihat langsung keberadaan mereka, sudah sampai di tempat tujuan.

Menurut informasi yang diperoleh Fajarmanado.com, melalui via telepon seluler lewat anggota dewan Royke Pelleng yang bersama-sama dengan tim khusus yang ke Kabupaten pulang pisau Kalimantan Tengah (Kalteng) mengatakan, mereka langsung berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan diterima oleh Kepala Dinas Penanaman Modal, dan mendapat respon baik.

“Tim mendapat respon yang baik dari pemerintah kabupaten pulang pisau, dan akan membantu dalam proses pemulangan warga Mitra secara negosiasi,” ungkapnya.

Dirinya pun menjelaskan dari 18 Mitra satu diantaranya berasal dari desa liando kabupaten Minahasa Selatan. “Dari 18, 3 warga Mitra sudah berada dikampung mereka yaitu Desa Silian, sementara sisahnya 15, diantaranya yang tersisah 1 warga berasal Desa Liando Kabupaten Minahasa Selatan,” jelasnya.

Lebih Lanjut Pelleng menjelaskan, negosiasi pemulangan 14 warga Mitra tersebut nanti akan dilakukan besok (17/3/2017).  Dan tadi dia suda sempat kontak sama mereka. Mereka mengakui bahwa, memang mereka ingin pulang karena diberlakukan secara tidak adil baik upah yang diperoleh lewat gaji maupun makan mereka. “Torang pegaji jaga trima paling tinggi Rp.700.000, potong perusahaan 300.000, depe sisah 400.000, blum bayar utang,” kata salah seorang warga Mitra yang bekerja di PT BAFM Kabupaten pulang pisau Kalimantan Tengah kepada Royke Pelleng via telepon selulernya.

(Geri)