Kesbangpol Sulut Latih Aparat Pemerintah Jadi Intelejen
PELATIHAN INTELEJEN: Kesbangpol Sulut menggelar Pelatihan Intelijen Aparat Pemerintah Daerah di Hotel Sutan Raja, Kamis (16/3), tadi malam. Sekprov Edwin Silangen berharap untuk menjadikan Empat Pilar Kebangsaan sebagai pedoman hidup.

Kesbangpol Sulut Latih Aparat Pemerintah Jadi Intelejen

Manado, Fajarmanado.com – Dengan memedomani Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara maka tercipta ketahanan nasional yang baik sehingga mewujudkan kondisi kehidupan masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) yang aman, tertib, tenteram dan tenang.

Hal itu disampaikan Sekprov Edwin Silangen, SE, MS yang diwakili Kepala Biro Pemerintahan Dr Jemmy Kumendong saat menyampaikan sambutan  dalam kegiatan Pelatihan Intelijen Aparat Pemerintah Daerah di salahsatu hotel di Minut, Kamis (16/3), tadi malam.

“Karena itu, konsepsi ketahanan nasional itu harus dioperasionalisasikan serta disebarluaskan ke seluruh lapisan masyarakat sehingga diyakini kebenarannya dan dapat diimpelentasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Dalam pelatihan yang diadakan Badan Kesasatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulut ini, Sekprov mengatakan pemerintah daerah berperan untuk mengarahkan masyarakat untuk menjadikan empat pilar kebangsaan sebagai pedoman  dalam kehidupan.

“Masyarakat agar senantiasa menjadikan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tungga Ika sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tandasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pola pikir masyarakat untuk saling menghormati meski memiliki berbagai perbedaan sehingga terhindar dari perpecahan.

“Pemerintah daerah berperan untuk memelihara kesadaran masyarakat termasuk kesadaran hukum. Meski memiliki berbagai perbedaan, masyarakat harus saling mengormati dan menghargai antar umat beragama,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kaban Kesbangpol Evans Steven Liow, S.Sos mengharapkan kepada para peserta pelatihan intelijen ini nantinya dapat berperan dalam pembangunan daerah.

“Kita semua dipilih untuk menjadi aparatur yang berkontribusi dalam percepatan pembangunan di sulawesi utara,” katanya.

Ia selanjutnya berharap agar para peserta dapat menyaring setiap informasi yang diterima dari masyarakat. “Harus menjadi intelijen daerah yang dapat mengelola informasi yang dapat dipercaya,” tegas mantan Kadispora Sulut ini.

Pelatihan turut dihadiri perwakilan dari Badan Intelijen Negara (BIN), Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Forum penanggulangan terorisme.

(ely)