Amurang, Fajarmanado.com – Musim penghujan berkepanjangan yang melanda Sulawesi Utara juga berimbas di Kabupaten Minahasa Selatan. Pasalnya, jalan trans Amurang-Motoling tertutup tanah longsor. Namun sayangnya, belum ada penanganan tanah longsor tersebut oleh instansi terkait. Menjadi pertanyaan masyarakat, jalan trans Amurang-Motoling yang adalah tanggungjawab Pemprov Sulut. Tapi, kenapa justru Dinas PUPR Sulut belum mengangkut sisa-sisa tanah longsor dijalan tersebut.
‘’Memang, sejak tanah longsor menutupi jalan Trans Amurang-Motoling belum ada korban, baik kendaraan maupun manusia. Tetapi, kemungkinan besar longsoran susulan akan terjadi lantaran musim penghujan masih terus terjadi. Oleh sebab itu, sebagai pengguna jasa kendaraan minta Dinas PUPR Provinsi Sulut diminta turun melihat keberadaan jalan diatas,’’ujar Donald Pesik, warga Motoling, Rabu (22/3/2017).
Menurutnya, pengendara roda dua dan empat harus ekstra hati-hati kalau melewati jalan Trans Amurang-Motoling. Karena memang, kondisi gunung masih labil dan bisa terjadi kapan saja. Kondisi belum labil tersebut membuat para pengendara harus ekstra hati-hati saat melewati jalan diatas.
‘’Namun demikian, hingga kini belum ada perbaikan atau belum ada pengangkutan sisa tanah longsor tersebut. Jadi, apakah nanti sudah ada korban jiwa baru instansi terkait seperti Dinas PUPR Sulut mengangkat sisa-sisa tanah longsor tersebut. Memang, jelas terlihat kendaraan yang lewat harus pelan-pelan, lantaran licin akibat sisa tanah berbecek,’’kata Pesik lagi.
Dihubungi terpisah, Maudy Tiwa, tokoh pemuda Motoling membenarkan soal longsor menutupi jalan Trans Amurang-Motoling. ‘’Sayangnya, hingga kini belum ada perbaikan atau belum diangkutnya sisa-sisa tanah longsor yang menutupi jalan tersebut. Memangnya, siapa yang bertanggungjawab. Provinsi-kah ata Kabupaten Minsel, setahunya jalan Trans Amurang-Motoling hingga Modoinding adalah jalan nasional,’’tegas Tiwa yang juga Bendahara DPD II Partai Golkar Minsel ini.
Lanjut kata Tiwa, kalau provinsi maka segeralah mengangkut sisa tanah longsor tersebut. ‘’Jangan nanti sudah ada korban jiwa, baru bertindak alias turun lapangan. Sebagai warga melalui pemberitaan ini akan memberikan perhatian secara serius bagi kelangsungan hidup masyarakat,’’pungkasnya.
(andries)

