Bakat Olahragawan Minsel Banyak, Tapi Belum Didukung Dengan Sarananya
SARANA DAN PRASARANA Olahraga Minsel minim. Akibatnya, atlit Minsel ‘tabiar’. Bahkan, banyak diantara atlit Minsel ‘diboyong’ atau dibayar klub dari daerah lain. Olehnya, Pemkab Minsel harus bantu dan melihat atlit-atlit berprestasi yang terkesan tidak ada perhatian serius. (Foto: Andries)

Bakat Olahragawan Minsel Banyak, Tapi Belum Didukung Dengan Sarananya

Amurang, Fajarmanado.com – Perhelatan seperti Pekan Olahraga Daerah (Porda) tingkat Sulawesi Utara, bagi olahragawan Minsel belum banyak berbuat. Termasuk, memberi diri saja banyak yang tidak peduli. Kepana hal diatas terjadi, lantaran tidak didukung dengan sarana dan prasarananya.

Sebagai contoh, Gedung Olahraga (GOR) di Desa Teep Trans Kecamatan Amurang Barat justru ‘dibiarkan’ pasca dibangun tahun 2011-2012. Padahal, GOR tersebut dibangun dengan bantuan Kementerian Pemuda dan Olahraga miliaran rupiah. Tapi, GOR tersbut tak terawat lantaran tak ada sarana dan prasarananya.

‘’Melihat hal diatas, bahwa Pemkab Minsel tidak serius menindaklanjuti dibangunnya GOR tersebut. Padahal, banyak atlit olahragawan di Minsel ingin sekali mengabdikan Minsel dengan cabang-cabang olahraganya. Akan tetapi, justru banyak atlit asal Minsel terpaksa ‘lari’ atau ‘diboyong’ oleh klub-klub luar daerah ketimbang mengaktifkan di daerah sendiri. Ini fakta terjadi, karena perhatian Pemkab Minsel dengan olahraga tidak ada,’’ujar Ferry Siagian, pemerhati olahraga Minsel belum lama.

Dikatakan Siagian lagi, bahwa prestasi olahraga asal Minsel banyak. Seperti olahraga menembak, di Minsel ada beberapa atlit menembak yang mumpuni. Serta telah mendapat medali emas, perak dan perunggu di sejumlah kejuaraan di Bali dan Jakarta. Tapi saya, Pemkab Minsel tak ikut berperan dengan mereka.

‘’Akibatnya, mereka ditawarkan klub-klub lain dari luar daerah. Secara otomatis, mereka diboyong dan membawa nama klub serta daerah yang dibayar mereka. Sayang kan, sementara atlit lainnya justru tak kapok melakukan latihan hanya untuk mempertahankan majunya olahraga di Minsel,’’ujarnya.

Sementara itu, Max Ottay pemerhati olahraga sepak bola dan volley ball. ‘’Terkesan, bahwa Minsel tak ada lagi sarana dan prasarana olahraga. Sehingga, khusus sepak bola saat ini terdiam. Padahal, banyak sekali bibit-bibit pemain sepak bola asal Minsel. Namun, apa daya tangan tak sampai. Sehingga, olahraga di Minsel tak hanya sepak bola ‘mandek’ gara-gara tak ada lagi sarana dan prasarananya,’’tegas Ottay.

Sama halnya dengan olahraga volley ball. Di Minsel dan Amurang khususnya banyak atlit volley ball. Namun demikian, tak ada pertandingan dan perhatian Pemkab Minsel soal olahraga tersebut.

‘’Dengan demikian, harapannya tak hanya sarana dan prasarana yang harus diperhatikan Pemkab Minsel. Tetapi, para atlit semua cabang olahraga harus diperhatikan pula. Disatu sisi, KONI Minsel harus diberdayakan lagi. Dimana, KONI Minsel sudah ‘mati suri’ alias tak berjalan pasca ditinggalkan KDP,’’sebut Ottay.

(andries)