Amurang, Fajarmanado.com – Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE telah mempercayakan Jootje M Tuerah, ST, MM sebagai Direktur Utama (PD) Cita Waya Minsel. Pasalnya, PD Cita Waya juga membawahi PDAM Minsel. Awalnya, PDAM Minsel bergerak sendiri, lantaran PD Cita Waya ‘mati suri’ atau tanpa pengurus tetap.
Sekarang, PD Cita Waya Minsel telah bangkit. Harapannya, ditangan Jootje M Tuerah, ST, MM akan berjalan lebih baik. Namun demikian, apakah struktur PD Cita Waya Minsel sudah terisi? Menjadi pertanyaan warga Minsel, sebelum PD Cita Waya Minsel action, harus terlebih dulu membentuk struktur sesuai Peraturan Daerah (Perda) PD Cita Waya.
‘’Sekarang, PDAM Minsel berada dibawah PD Cita Waya. Tetapi, banyak sekali persoalan yang tidak dan bahkan terselesaikan semasa John Sorongan. Akibatnya, banyak pelanggan mengaku kecewa dengan Direksi PDAM Minsel. Jadi, menjadi persoalan utama adalah bagaimana menindaklanjuti masalah demi masalah yang dihadapi pelanggan PDAM Minsel,’’ujar Willem Baba Mononimbar, Kamis (30/3/2017).
Menurut Mononimbar, bahwa semasa John Sorongan sebagai Direktur Utama, dirinya dipercayakan sebagai salah satu Banwas. Hanya saja, sejak bergabung dengan Banwas, banyak persoalan yang dihadapi. Pertama, tidak jalannya tupoksi serta tidak mendapat haknya. Selain itu, masalah pokok lainnya adalah tidak dibayarkannya gaji para staf dan karyawan PDAM Minsel. Yang berakibat, banyak staf dan karyawan di PHK atau berhenti sendiri akibat tidak digaji.
‘’Dengan demikian, PDAM Minsel lebih dulu melakukan perombakan struktur. Dan Direktur Utama PD Cita Waya Jootje M Tuerah, ST, MM jangan tinggal diam dengan masalah yang ada di PDAM. Pastinya, Tuerah tahu persoalan PDAM pasca dipercayakan bupati sebagai Plt Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonimian Setdakab Minsel lalu. Oleh sebab itu, utamanya struktur PDAM Minsel dirombak,’’kata Mononimbar.
Lain lagi kata pejuang Minsel Ecky Rumokoy, bahwa persoalan utama PDAM Minsel adalah masalah air. ‘’Namanya, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Tapi, air justru tidak jalan. Kalau pun ada, hanya rembesannya saja. Kenapa? Ini karena jaringan air dari Pinaling belum berjalan maksimal. Ataukah, lantaran pipa induk yang dari Pinaling tersumbat,’’tanya Rumokoy.
Sekarang lanjut Rumokoy, bagaimana tindak lanjut Dirut PD Cita Waya Minsel Jootje M Tuerah, ST, MM untuk memberikan yang terbaik bagi rakyat Minsel. Terutama, bagaimana komitmen antara pelanggan (Konsumen, red) dengan PDAM Minsel.
‘’Awalnya, sejak dipimpin John Sorongan, banyak pelanggan mengaku tidak diperhatkan staf dan direksi yang ada. Katanya, setelah dilaporkan masalah air, ternyata sampai berbulan-bulan lamanya tak diperhatikan. Oleh sebab itu, Rumokoy percaya pak Tuerah akan mampu mencari solusi terbaik bagi pelanggan PDAM Minsel. Serta, bagaimana mengfungsikan bak dan penampung air di Unit PDAM Amurang atau bak-bak lainnya,’’tegasnya.
Direktur Utama PD Cita Waya Minsel Jootje M Tuerah, ST, MM belum berhasil dihubungi. ‘’Bapak lagi tugas luar (TL) bersama bupati. Namun, nanti kami sampaikan kedatangan anda,’’ungkap sejumlah staf yang minta namanya tak ditulis.
(andries)

