Seriusi Persoalan Sampah, Walikota Bangun TPSS di 11 Kecamatan
SAMPAH : Seriusi masalah sampah, Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), DR Peter KB Assa, Kepala Bapelitbang, DR Linny Tambayong dan Kadispora Dra Lenda Pelealu mengunjungi TPA Sumompow, Sabtu (01/04).

Seriusi Persoalan Sampah, Walikota Bangun TPSS di 11 Kecamatan

Manado, Fajarmanado.com – Keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado mengatasi persoalan sampah di daerah ini perlu mendapat dukungan penuh masyarakat.

Volume sampah yang meningkat dari waktu ke waktu, membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) milik Pemkot Manado di Sumompo, tidak mampu lagi menampung.

Bahkan, saat ini sudah tidak layak lagi sebagai TPA karena sudah membukit.

“Kondisi TPA kita di Sumompo sekarang ini sudah tidak layak lagi sebagai tempat penampungan sampah karena sudah membukit. Ini akibat bencana banjir yang terjadi tahun 2014 lalu,” ujar Walikota, saat meninjau TPA Sumompo bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), DR Peter KB Assa, Kepala Bapelitbang, DR Linny Tambayong dan Kadispora Dra Lenda Pelealu Sabtu (01/04) sore akhir pekan lalu.

Dimana, TPA kita menjadi tempat untuk membuang puing-puing atau sampah banjir yang sangat banyak. Sehingga, TPA kita tidak lagi lembah tetapi sudah menjadi bukit dan tidak layak lagi, katanya.

Melihat kondisi TPA Sumompo seperti itu, Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA mengambil terobosan dengan membangun Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) di 11 kecamatan.

Selanjutnya, Pemkot memberikan bantuan motor sampah kepada 504 lingkungan.

“Saya berusaha mencari jalan keluar bagaimana mengatasi persoalan sampah ini. Makanya, sekarang ini kita sedang menyiapkan TPSS di 11 kecamatan, serta memberikan bantuan motor sampah kepada 504 lingkungan. Nantinya, TPS (Tempat Pembuangan Sementara) yang ada di pinggir jalan akan kita bongkar,” ungkapnya.

Lanjut Walikota, di TPSS yang ada di setiap kecamatan sampah akan di pilah sebelum di bawa ke TPA.

“Sampah mana yang bisa didaur ulang akan di pilahkan, mana yang bisa dimanfaatkan untuk dijadikan kerajinan tangan akan di sendirikan, dan mana yang sama sekali tidak dapat digunakan akan dibawa ke TPA,” jelas Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

Walikota juga berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven O Kandouw, yang akan membangun TPA Regional di wilayah Wori, Kabupaten Minahasa Utara.

“Terimakasih saya atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Manado kepada Gubernur yang akan membangun TPA Regional. Nantinya, sampah yang masuk kesana dari Manado, Bitung, Tomohon dan Minahasa,” tukasnya.

Terkait piala Adipura, dikatakan Walikota, sepanjang sanitary landfill (buang lalu di timbun) TPA menjadi syarat utama penilaian, Kota Manado tidak akan pernah mendapat penghargaan di bidang kebersihan itu.

“Meskipun secara umum kota kita bersih, namun jika TPA kita masih seperti ini tidak lagi sanitary landfill, sampai apanpun kita tidak akan mendapat Adipura. Tapi yang terpenting Kota Manado kita bersih dan nyaman, karena bersih itu pasti warganya akan sehat,” kuncinya.

(mon)