Isteri Terbaring Stroke, Eks Anggota TNI AL Tewas Membusuk
MEMBUSUK: Diduga telah meninggal beberapa hari, Parmenas Masania Mangamis (74) ditemukan telah membusuk di dalam kamar mandi rumah tinggalnya, Perumahan BTN AL, Kelurahan Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget, Selasa (04/04/2017). Korban saat hendak dibawa ke rumah sakit kemudian diotopsi.

Isteri Terbaring Stroke, Purnawirawan TNI AL Ditemukan Membusuk

Manado, Fajarmanado.com – Parmenas M Mangamis (74), warga Perumahan BTN AL, Kelurahan Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Selasa (04/04), sekitar pukul 07:00 Wita, ditemukan tak bernyawa di dalam kamar mandi rumahnya.

Saat jasadnya ditemukan, Parmenas yang diketahui merupakan purnawirawan TNI AL, sudah dalam keadaan membusuk.

Di lokasi kejadian, Steven Lumempouw dan Robby Koyongian, warga setempat yang pertama kali menemukan jasad menuturkan, saat akan melintas di rumah korban, mencium aroma busuk yang bersumber dari dalam rumah korban.

Merasa curiga, saksi kemudian masuk lewat jendela, dan benar saja mereka menemukan korban sudah dalam keadaan terlentang.

Mirisnya, ternyata dalam rumah tersebut kedua saksi ini menemukan istri korban, Hendrika Gahuana (83), dalam kondisi tidak berdaya karena sudah lama menderita penyakit stroke.

“Waktu kami masuk, ibu Hendrika dalam keadaan terbaring di ranjang. Sedangkan korban berada di dalam kamar mandi,” ungkap saksi.

Tak pelak, saksi langsung memanggil masyarakat setempat dan meminta untuk menghubungi polisi. Sedangkan, masyarakat lainnya menolong istri korban untuk segera mendapat perawatan medis.

“Istri korban sudah dibawa ke rumah sakit Monginsidi Teling. Sedangkan korban masih berada di kamar mandi, menunggu polisi datang,” terang saksi.

Korban sendiri terakhir kali terlihat, Sabtu (01/03), sekitar pukul 17:00 Wita.

“Di rumah itu, korban hanya tinggal bersama istri. Anak laki-laki mereka berada di Ambon. Anaknya sudah dihubungi tadi,” kata Nani salah satu tetangga korban.

Kasubag Humas Polresta Manado AKP Roly Sahelangi ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun dirinya menyatakan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Dari hasil identifikasi, korban diperkirakan sudah dua atau tiga hari meninggal dunia, diduga korban meninggal akibat menderita penyakit,” kata Sahelangi. Tapi sesuai permintaan anaknya, jasad korban hanya dilakukan visum luar saja,” jelas Sahelangi.

(ton)