Ibadah Paskah Kebangkitan Yesus Jemaat GMIM di Minsel Hikmat
SUASANA ibadah Paskah Kebangkitan Yesus disejumlah gereja GMIM.

Ibadah Paskah Kebangkitan Yesus Jemaat GMIM di Minsel Hikmat

Amurang, Fajarmanado.com – Minggu (16/4) adalah Perayaan Paskah Kebangkitan Yesus Kristus, yang dirayakan Umat Kristiani di dunia. Perayaan yang dirangkaikan dengan ibadah Paskah di gereja-gereja GMIM berjalan hikmat dan penuh arti yang mendalam. Dimana, momentum perayaan Paskah tahun 2017 ini ikut mendapat perhatian bupati Tetty Paruntu dan wakil bupati Franky Wongkar.

Dari amatan Fajarmanado.com di GMIM Galilea Kilometer Tiga, ibadah yang berlangsung pukul 09.00 Wita dipimpin Pdt Meylani Suro-Tulong, STh berkisah dalam bacaan Alkitab Perjanjian Baru, Lukas 24:1-12 tentang Kebangkitan Yesus. ‘’Tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka. (Lukas 24:1). Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu. (Lukas 24:2) dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus. (Lukas 24:3),’’ujar Pdt Meylani dalam bacaannya.

Selanjutnya, bacaan Lukas 24:4 Sementara mereka berdiri termangu-mangu karena hal itu, tiba- tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai  pakaian yang berkeliau-kilauan. (5). Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mreka: ‘’Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, diantara orang mati? (6). Ia tidak ada disini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea.

Sedangkan hotbahnya dikatakannya, jika kita mengamati perilaku manusia sekarang ini, maka kita akan menjadi kecewa dan cemas. Ada orang hidup hanya untuk kepentingan dan keinginannya sendiri. Mereka menikmati kesenangan dengan mengabaikan nilai-nilai moral tanpa mempedulikan nasib sesame.

‘’Orang lain menderita dan dikorbankan demi memuaskan kepentingan pribadi atau kelompok. Bila perilaku seperti ini masih dilakukan oleh orang Kristen, maka patut dipertanyakan landasan iman hidupnya,’’katanya.

Menurutnya, melalui perayaan Paskah Kebangkitan Yesus Kristus, orang percaya diajak untuk mengutamakan pemaknaan spiritual yang bersentuhan dengan realitas kehidupan sehari-hari. sehingga perayaan Paskah memberikan kontribusi yang positif dalam membangun iman dan karakter hidup yang lebih baik.

Bupati Tetty Paruntu dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Desa Franky Tumanken menyampaikan, bahwa momentum Paskah Kebangkitan Yesus, kita harus rayakan dengan penuh suka cita. ‘’Bahwa, makna dari Perayaan Paskah Kebangkitan Yesus, yang mati dikayu salib dan bangkit untuk kita manusia. Olehnya, kita sebagai umat yang percaya diminta untuk selalu memberikan yang terbaik bagi sesame orang. Karena memang, Tuhan Yesus adalah iman yang agung untuk umat Kristen,’’ungkapnya.

Hadir diantaranya, Hukum Tua Desa Kilometer Tiga Herman Ulaan, Ketua TP PKK Ny Marie Ulaan-Tutu dan perangkat desa serta lembaga desa. Jemaat GMIM Galilea Kilometer Tiga dan warga Kilometer Tiga secara umum.

Sementara itu, ibadah perayaan Paskah Kebangkitan Yesus, Minggu (16/4) di gereja-gereja lain berlangsung penuh hikmat. Sore nanti, akan dilanjutkan dengan ibadah prosesi pawai Paskah serta jalan salib bagi semua jemaat GMIM Rayon Minsel.

(andries)