Amurang, Fajarmanado.com – Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE tak pernah berhenti mensejahterakan rakyat Minahasa Selatan. Bahkan, melalui APBD 2017 bupati pilihan rakyat Minsel ini memberikan proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) kepada 5 desa di Minsel.
Plt Kepala Dinas PUPR Minahasa Selatan Rudy F Tumiwa, SP, M.Si melalui Kepala Bidang Persambahan dan Pengelolaan Sistem Air Limbah Domestik Thorie Joseph, SH tak menampik ada lima desa di Minsel yang mendapat giliran proyek PAMSIMAS.
‘’Kelima desa dimaksud, antaranya Desa Kinalawiran (Maesaan), Talaitad dan Talaitad Utara (Suluun Tareran), Kumelembuai Atas (Kumelembuai), Pakuweru Utara (Tenga). Kelima desa diatas mendapat masing-masing Rp 200 juta untuk pembangunan PAMSIMAS tahun 2017,’’ujar Joseph.
Dikatakan Joseph lagi, bahwa proyek PAMSIMAS diminta dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Sebab, menjadi pengalaman tahun-tahun sebelumnya, proyek PAMSIMAS selalu menjadi alasan pemerintah desa untuk memperkaya diri. Lantaran, proyek diatas dilaksanakan oleh hukum tua.
‘’Namun, sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) Bupati Minsel bahwa pelaksanaan proyek PAMSIMAS melalui APBD 2017 diharapkan dikerjakan dengan baik. Bila ada temuan, maka berarti akan ada masalah hukum atas pekerjaannya. Dengan demikian, harapnya hukum tua jangan main-main dengan proyek diatas. Ingatnya lagi, usai pekerjaan BPK RI akan turun memeriksa hasilnya,’’jelas Joseph lagi.
Joseph juga menjelaskan, bahwa bila pekerjaan proyek PAMSIMAS akan segera dilaksanakan. Maka, anggarannya akan langsung ditransfer ke rekening pemerintah desa. ‘’Karena memang, sesuai juknis anggarannya langsung ditransfer ke rekening desa,’’sebutnya.
Sejumlah warga menilai proyek PAMSIMAS sangat penting. Tapi, warga berharap pelaksanaan pekerjaan diberikan kepada pihak ketiga. Alasannya, bahwa pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut menjadi masalah ditingkat pemerintah desa dengan warga. Lantaran, pemerintah desa-lah yang ingin menang sendiri.
‘’Kalau soal proyek PAMSIMAS, sudah ada pengalaman dibeberapa desa. Bahkan, karena terjadi masalah berakibat tidak jalannya proyek PAMSIMAS dan terbukti dari hasil pemeriksaan Kejari Minsel belum lama disalah satu desa di Minsel, proyek air bersih terjadi korupsi. Olehnya, kedepan proyek PAMSIMAS ini diserahkan ke pihak ketiga, biar warga yang mengawasinya sendiri,’’tegas warga yang minta namanya tak ditulis.
(andries)

