Unima Dinilai Tidak Mampu Selesaikan Masalah Internal
Gedung Rektorat Unima

Unima Dinilai Tidak Mampu Selesaikan Masalah Internal

Tondano, Fajarmanado.com – Masalah listrik yang membelit Kampus Universitas Negeri Manado (Unima) beberapa bulan belakangan tak kunjung teratasi. Akibatnya, jaringan internet untuk menghubungkan dengan Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT), sering bermasalah.

Tak hanya itu, pengurusan administrasi yang dikerjakan menggunakan komputer pun sering bermasalah. Jadinya, bukan hanya mahasiswa yang gundah, tapi juga para pegawai kampus yang bertahta diatas Pegunungan Tampusu tersebut.

Buntut dari masalah tersebut, ada ribuan mahasiswa yang tidak bisa mendaftar Kartu Rencana Studi secara online. Beberapa waktu lalu, Pembantu Rektor IV Ronny Tuna saat ditanyai wartawan seputar masalah tersebut sempat mengatakan kalau pihaknya sementara membenahi jaringan listrik di kampus.

Namun karena instalasinya dipindahkan, memerlukan waktu yang lumayan lama. “Yang bermasalah itu adalah jaringan bawah tanah. Tapi saat ini jaringanya dipindahkan di atas. Jadi kita buat jaringan baru. Karenanya membutuhkan waktu yang lumayan lama,” ujar Tuna di kantornya sekitar bulan Maret.

Tak hanya itu, pada kesempatan tersebut Tuna juga sesumbar mengatakan kalau pejabat yang dipercayakan menangani masalah listrik sudah berjanji untuk menyelesaikannya dalam waktu satu pekan kedepan. “Pimpinan memang telah memberikan batas waktu untuk menyelesaikan masalah listrik di kampus ini. Tapi, waktu yang diberikan telah habis dan pejabat yang dipercayakan meminta tambahan waktu sepekan lagi. Dan waktu tersebut kami berikan,” jelasnya.

Namun, sebulan lebih telah berlalu sejak waktu itu, masalah listik di Unima tak kunjung tuntas. Kondisi saat ini, kampus tersebut masih menggunakan generator dengan bahan bakar solar untuk suplai listrik. Akibatnya, jaringan server computer menjadi kacau. Imbasnya kepentingan mahasiswa yang jadi kendala.

Mahasiswa pun kembali berkoar. Bahkan mereka menyalahkan pemegang ‘mapatu’ komando di Unima yang tidak jeli menempatkan personil di pos kerja masing-masing. “Mau sampai kapan kampus ini terus menggunakan generator untuk suplai listrik ?. Janji-janji yang sering diumbar pimpinan kampus seakan hanya seperti candaan. Apa mereka kira kita ini bodoh ?. Atau situasi ini sengaja dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu ?,” ucap sejumlah mahasiswa Unima.

Untuk itu, mereka meminta supaya Rektor Julyeta Runtuwene meninjau langsung keadaan tersebut. Karena menurut mereka, kalau hanya mendengar laporan dari bawahan, bisa jadi laporan tersebut tidak valid. “Kasihan Ibu Rektor, mungkin saja dikiranya masalah ini tidak vatal karena laporan dari bawahanya tidak sesuai dengan situasi. Tapi asalkan pimpinan senang, laporan yang tidak sesuai pun dibuat,” kesal lelaki yang akrab disapa Mark tersebut.

Mereka pun mengancam akan melakukan aksi demonstrasi di depan gedung rektorat Unima. Alasanya, ha-hal yang disampaikan dengan cara lain, sepertinya tidak pernah sampai ke telinga rektor. “Mungkin berdemonstrasi adalah jalan satu-satunya supaya aspirasi kami ini didengar,” umbar Mark.

“Kami curiga jika orang-orang yang disekeliling Ibu Rektor yang nantinya menjatuhkan Ibu Rektor,” kuncinya.

(fis)