Tondano, Fajarmanado.com – Selasa (25/4) hari ini, dari 227 Desa di Kabupaten Minahasa, 49 Desa telah melangsungkan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut).
Pemungutan suara berlangsung sejak tadi pagi. Sampai berita ini diturunkan, sudah ada beberapa desa yang telah selesai melakukan penghitungan. Pemenang-pun sudah diketahui.
Dalam pesta demokorasi, adalah hal yang lumrah jika berbeda pilihan. Namun, Wakil Bupati Minahsa Ivan Sarundajang (IvanSa) beranggapan kalau perbedaan pilihan dalam Pilhut adalah bumbu penyedap dalam pesta demokrasi.
“Inilah pesta demokrasi itu. Dalam artian, terdapat perbedaan dalam pilihan. Pastinya, pilihan harus datang dari kata hati sendiri. Bukan atas intervensi dari pihak-pihak tertentu. Karena itu, perbedaan pilihan jangan dijadikan sebagai hal untuk memecah belah kita sebagai masyarakat,” ujar IvanSa.
Lanjutnya, perbedaan pilihan, kemenangan, dan kekalahan harus dijadikan pembelajaran untuk lebih dewasa dalam berdemokrasi. Untuk itu, IvanSa meminta supaya masing-masing pihak dan calon Kumtua (yang menang dan kalah), untuk saling menopang dalam hal menciptakan kondusifitas di Desa.
“Dalam momentum ini, menjaga kondusifitas di desa masing-masing sangat penting. Karenanya, kita harus bersatu mewujudkannya. Bagi calon Kumtua yang menang, jangan jumawa, bagitu pun yang kalah, harus terima dengan hasil yang diperoleh. Dan harus diyakini, kalau ini semua adalah rencana Tuhan,” jelasnya.
Selain itu, IvanSa juga mengatakan kalau nantinya Kumtua terpilih sudah dilantik, semua stakeholder dalam Desa harus bahu-membahu menyukseskan program yang akan dijalankan. Namun, harus tetap kritis dalam mengkritik apabila ada kebijakan Kumtua atau program yang dipandang tidak pro rakyat.
“Yang menentukan desa itu maju, tentu adalah rakyatnya, dan itu berlaku di semua jenjang pemerintahan sampai ke tingkat pusat. Karena itu, hendaklah saling mendukung dalam hal kemajuan. Kalau mengkritik, hendaknya disertai dengan jalan keluar. Jangan hanya tahu mengkritik, lantas tidak punya solusi,” pungkas IvanSa.
(fis)

