Amurang, Fajarmanado.com – Tanpa papan proyek, pembangunan disamping Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Minahasa Selatan dipertanyakan warga. Pasalnya, bila proyek mulai dikerjakan, pasti harus ditender dan terpasang papan proyek. Namun demikian, proyek ‘Kurang Jelas’ alias KJ tersebut siapa yang bertanggungjawab.
‘’Ya, proyek pekerjaan gedung di samping Diskominfo Minsel sudah sekitar 75 persen. Sayangnya, tidak ada papan proyek serta tidak melalui tender di ULP. Jadi, siapa pemilik proyek tersebut. Paranya lagi, anggarannya pun tidak jelas berapa besar,’’ujar Ketua LSM Bangkit Indonesia Minsel, Djony Pojoh kepada Fajarmanado.com, Kamis (27/4).
Menurut Pojoh, yang namanya proyek harus melalui tender. Apalagi, proyeknya berada dilingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan. Tapi, ternyata hingga memasuki antara 75 persen penyelesaiannya. Tidak kunjung dipasang papan proyek.
‘’Dengan demikian, hal diatas ternyata bila penangungjawab jelas. Harus disampaikan kepublik. Kalau anggarannya berasal dari swasta pun harus dipublikasikan. Namun, ternyata tak ada yang mau menjelaskan proyek tersebut. Akibatnya, sebagai warga Minsel pun angkat suara terkait proyek KJ tersebut,’’katanya.
Sementara itu, dikonfirmasi para pekerja menjelaskan bahwa proyek tersebut memang tidak memasang papan proyek. ‘’Karena, anggarannya berasal dari CSR-nya Turki. Ya, kami hanya pelaksananya. Yang bertanggung jawab proyek ini adalah Dinas Komunikasi dan Informatika Minsel. Jadi, silahkan konfirmasi ke Diskominfo biar lebih jelas,’’ungkap sejumlah pekerja yang minta namanya tak ditulis.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Minsel Ollyvia K Lumi, SSTP, MSi belum berhasil dihubungi. ‘’Ibu lagi tugas luar (TL). Nanti kami sampaikan kedatangan anda,’’tegas staf yang minta namanya tak ditulis.
(andries)

