Manado, Fajarmanado.com-Menjamurnya usaha rumah makan di kota manado menunjukka geliat perekonomian terus meningkat. Namun kondisi itu tidak dibarengi dengan perizinan yang wajib dipenuhi para pelaku usaha. Dan terkesan pemkot manado tutup mata hingga diduga ada kong kalikong dengan pelaku usaha.
Ketua Fraksi Hanura DPRD Kota Manado Stenly Wellem Tamo pun meminta kepada Pemerintah Kota Manado untuk berlaku tegas dimana ada rumah makan tanpa izin namun sudah beroperasi. Hal itu dicontohkan seperti rumah makan bakar ikan Afisha, yang ternyata beroperasi tanpa memiliki ijin. Dikatakan Tamo, jangan ada tebang pilih dari pemerintah terkait dengan aturan yang ditegakan.
“Mau itu presiden atau anggota dewan yang punya, ya kalau salah ditutup. Jangan, masyarakat kecil ditutup kemudian yang lain dibiarkan walaupun tanpa ijin. Pemerintah ya harus tegas dan jangan cari aman saja,” kata Tamo.
Personil Komisi C ini menyoroti RM Afisha mengingat rumah makan tersebut melakukan pelanggaran yang sangat banyak dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat baik dari sisi kenyamanan warga yang tinggal di dekat rumah makan tersebut maupun para pengguna jalan yang melintas di kawasan itu.
“Saya sudah sangat curiga jika ada yang tidak beres dengan rumah makan ini. Mulai dari pengalihan jalur di lorong tempat Afisha beroperasi. Trotoar yang berubah fungsi jadi tempat bakar ikan, dan tidak adanya lahan parker disitu. Ternyata sampai sekarang tidak ditindaki padahal sudah sangat mengganggu,” kata Tamo.
Pria yang dikenal punya solusi-solusi menarik terkait persoalan di Kota Manado ini menyebutkan, dirinya tidak ingin menghambat siapapun untuk berusaha. Tapi menurutnya, harus ikuti aturan-aturan yang ada sehingga tidak muncul persoalan di kemudian hari.
“Dan untuk Pemerintah terutama para SKPD, jangan juga kongkalingkong dan ingin menambah pundi pribadi, karena selama ini yang terjadi di Kota Manado, banyak sekali ijin usaha yang justru melanggar aturan yang ada. Atau yang paling ekstrim, usaha yang tak berijin tapi di back up sehingga terus beroperasi dengan setoran masuk kantong pribadi,” sentil Tamo.
(ton)