Airmadidi, Fajarmanado.com — Sejak dihantam banjir bandang 15 Januari 2014, jembatan Kuwil di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) yang hancur belum juga ada perbaikan. Untuk melakukan aktifitas sehari-hari, masyarakat hanya menggunakan jembatan darurat selang tiga tahun terakhirmeski telah berganti pimpinan daerah.
Bahkan akibat dari putusnya jembatan Kuwil tersebut, perekonomian ketiga desa melambat. Sehingga untuk mempermudah akses, jembatan darurat mulai dibuat yang didukung oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Namun adanya jembatan darurat tersebut, dianggap sangat berbahaya, karena hanya dibuat dari bambu.
Namun penantian masyarakat Desa Kuwil, Kaleosan dan Sampiri, tidak lama lagi akan terwujud. Pasalnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menghibahkan dana sebesar Rp25 miliar kepada Pemerintah kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) untuk pembangunan jembatan Kuwil.
Dikatakan Ketua Dewan kabupaten Minut Berty Kapojos Ssos, Selasa (2/5/2017), lelang proyek untuk pembangunan jembatan tersebut akan dilakukan Pemkab Minut sendiri. “Anggaran hibah sebesar Rp25 miliar tersebut tidak ada proyek lainnya, semuanya untuk fokus pembangunan jembatan,” tutur Kapojos.
Dijelaskan Kapojos, selain diperuntukkan seutuhnya bagi pembangunan jembatan Kuwil, proses pelelangan proyek akan dilaksanakan sendiri oleh Pemkab Minut. “Yang melakukan lelang proyek bukan pemerintah pusat atau provinsi tapi Pemkab Minut sendiri,” ujar Kapojos.
Ditambahkan Kapojos, dirinya mengharapkan pemenang proyek bukan merupakan perusahaan luar daerah atau dari pusat. “Sudah ada beberapa perusahaan di Sulut yang sudah mampu melaksanakan proyek bernilai miliaran rupiah. Jadi sebaiknya, perusahaan lokal bisa ikut dalam proses lelang dan Pemkab Minut harus mengutamakan mereka,” terang Kapojos.
Masih menurut Kapojos, aspirasi tentang pembangunan jembatan Kuwil selalu disampaikan banyak masyarakat ketiga desa dalam reses anggota dewan Daerah pemilihan (Dapil) Airmadidi-Kalawat. Sebab kelancaran transportasi warga terganggu akibat ambruknya jembatan tersebut.
“Pembangunan jembatan Kuwil ini sudah dinanti masyarakat Desa Kuwil, Kaleosan dan Sampiri serta sejumlah desa yang berdekatan. Bahkan karena lama diperbaiki pemerintah, warga Desa Kuwil bergotong royong membangun jembatan darurat dengan memanfaatkan material dari jembatan lama yang dinilai masih layak,” tutup Kapojos.
(udi)

