September, Golkar Umumkan Calon Bupati Minahasa Yang Akan Diusung
Careig Naicel Runtu

September, Golkar Umumkan Calon Bupati Minahasa 2018

Tondano, Fajarmanado.com – Tensi perpolitikan di Kabupaten Minahasa terus meningkat seiring segera digulirnya tahapan Pilkada serentak tahun 2018.

Figur-figur yang diprediksi akan maju bertarung dalam hajatan lima tahunan di Kabupaten Minahasa tersebut pun telah bermunculan. Sebut saja ada Robby Longkutoy, Imelda N Rewah, Joula Rariwa Mantik, James Arthur Kojongian (JAK), Robby Dondokambey (RD), Careig Naicel Runtu (CNR), serta  Jantje Wowiling Sajow (JWS) dan Ivan Sarundajang (IvanSa).

Dua nama terakhir adalah Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Minahasa yang sementara menjabat. Namun, kalau memang akan maju mencalonkan diri, keduanya diprediksi tidak akan berpasangan lagi. Apalagi di beberapa kesempatan JWS terang-terangan mengatakan kalau dirinya mendorong IvanSa untuk maju sebagai calon Bupati, bukan lagi Wakil Bupati.

Hal tersebut juga berlaku untuk CNR. JWS pernah mengatakan kalau dirinya tidak mungkin untuk berpasangan dengan Ketua DPD II Golkar Minahasa tersbut. Karena menurut JWS, kesempatan untuk berpasangan dengannya sudah pernah ditawarkan kepada CNR waktu tahun 2013 silam. Namun kesempatan tersebut disia-siakan oleh CNR dan memutuskan untuk maju sebagai calon Bupati kala itu.

Dalam beberapa waktu terakhir, JWS sering terlihat ‘mesra’ dengan INR yang merupakan kader partai Golkar. Sehingga banyak prediksi kalau mereka berdua akan berpasangan dalam Pilkada Minahasa 2018.

Seiring wacana JWS-INR menyeruak, muncul prediksi kalau IvanSa sangat cocok jika dipasangkan dengan CNR. Apalagi wacana tersebut mendapat sambutan positif dari kalangan masyarakat.

Pengamat Politik Herry Plangiten mengatakan kalau duet IvanSa-CNR diprediksi akan menghasilkan dukungan masa yang diyakini bisa menghentar keduanya meraih kemenangan dalam Pilkada Minahasa. Namun Plangiten juga tidak meremehkan popularitas dan nilai jual dari JAK dan RD.

“Posisi saat ini, memang untuk papan satu lebih pas untuk IvanSa. kalau CNR, JAK, RD, lebih pas diplot menjadi papan dua. Memang semuanya memiliki kualitas, tapi nilai jual dan ketokohan IvanSa telah terbangun dengan baik sehingga posisinya memang untuk papan satu,” ujar Plangiten.

Disisi lain, CNR saat ditemui wartawan mengatakan kalau Golkar belum menentukan siapa calon yang akan diusung pada Pilkada Minahasa 2018. Apalagi saat ini tahapan Pilkada belum dimulai.

“Golkar memiliki mekanisme tersendiri untuk sampai pada tahapan menetapka calon yang akan diusung. Salah satunya survey untuk mengukur elektabilitas calon. Dan hasl survey adalah salah satu acuan untuk menetapkan calon,” ujar CNR.

Karena menurutnya, hasil survey adalah gambaran tentang siapa yang paling dikehendaki masyarakat untuk menjadi pemimpin. “Meskipun saya yang adalah ketua partai, tapi tidak dikehendaki masyarakat untuk maju berdasarkan hasil survey, maka saya legowo dengan kenyataan tersebut dan tidak akan memaksakan diri melainkan menghormati keinginan masyarakat. Tapi kalau memang diinginkan, tentu saya sebagai abdi masyarakat, siap menunaikan kepercayaan yang diberikan,” jelasnya.

Selain itu, CNR juga mengatakan kalau Golkar adalah partai yang terbuka bagi siapa saja yang memiliki komitmen membesarkan partai serta kesamaan visi. Apalagi Golkar Minahasa bisa mengusung calon sendiri tanpa berkoalisi. “Meski demikian, komunikasi politik dengan partai-partai lain tetap intens dilakukan, kan bisa saja Golkar berkoalisi dengan PDIP, Demokrat, Gerindra, Nasdem atau partai lainya. Kan politik itu dinamis,” tegas putra sulung dari mantan Bupati Minahasa dua periode Stevanus Vreeke Runtu (SVR) tersebut.

“Kemungkinan pada bulan September 2017, Golkar akan mengumumkan siapa yang akan diusung untuk bertarung pada Pilkada Minahasa 2018,” pungkas CNR.

(fis)