BNNP Sulut Sudah Rehabilitasi 138 Orang

BNNP Sulut Sudah Rehabilitasi 138 Orang

Manado, Fajarmanado.com — Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulut sudah merehabilitasi sebanyak 138 orang selang Januari hingga April 2017.

Yang sangat memprihatinkan, dari total 138 yang direhabilitasi tersebut, BNN merilis paling banyak kalangan pelajar dan mahasiswa.

Kepala BNNP Sulut Brigjen Pol Charles Ngili membeberkan, sebanyak 80 persen dari mereka yang direhabilitasi ini  berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa.
“Paling banyak yang kami rehabilitasi itu anak SMA, kedua mahasiswa dan ketiga SMP,” ujarnya Minggu (07/05/2017) dalam konferensi press di Kantor BNNP Sulut di Manado.

Obat keras dan lem Ehabon paling sering mereka temukan dikonsumsi oleh kalangan remaja ini. “Paling banyak obat keras seperti TRI-X dan lem Ehabon,” jelas dia.

Meski langkah sosialisasi terus dilakukan oleh pihak BNNP Sulut, namun masih saja ditemukan remaja yang menggunakannya. “Dalam empat bulan ini kami sudah 14 kali melakukan sosialisasi di sekolah dan lingkungan kampus, dan pesertanya mencapai 832 orang. Namun peredaran obat keras memang butuh kerja keras untuk melenyapkannya,” kata Ngili.

Ia juga meminta agar para generasi muda yang ada di Sulut untuk bisa menjauhi Narkoba. “Kalian itu masa depan bangsa ini, kalau hidupnya sudah dipengaruhi Narkoba maupun obat keras maka hancur sudah bangsa Indonesia. Untuk itu saya minta lebih baik jangan coba-coba, daripada menyesal di kemudian hari,” tandasnya.

Kalangan orang tua diharapkan intens membina dan mengawasi anak-anak agar tidak terjebak bujuk rayu mengonsumsi Narkoba. Begitu pun para tokoh Agama, juga diharapkan untuk tidak lupa memberikan terus pembinaan mental spiritual kepada generasi muda.

(ton)