Manado, Fajarmanado.com- Pasca ledakan bom di Ibukota Negara, Jakarta dan penyerangan militan bersenjata berafiliasi kepada kelompok ISIS terjadi di Kota Marawi, Mindanao, Filipina Selatan, membuat pihak keamanan di Sulut waspada. Bahkan, kabarnya kelompok teroris di Filipinan ini telah menguasai sejumlah titik.
Mewaspadai ancaman tersebut, Panglima Kodam XIII Merdeka Mayjen TNI Ganip Warsito, Kamis (25/05/2017) di Manado menyatakan, pihaknya telah langsung memerintahkan untuk memperketat pengawasan di perbatasan, begitu memperoleh informasi Kota Marawi di Filipina Selatan telah diserang kelompok teroris.
Namun, terkait hal ini dia mengaku akan menyikapinya dengan hati-hati. “Kita akan lakukan deteksi dini dulu, dan dilanjutkan dengan pengawasan penuh oleh TNI,” terang Warsito kepada wartawan.
“Kalau ditemukan ancaman maka pengamanan akan tambah diperketat. Saya juga sudah instruksikan anggota untuk meninjau semua laporan yang masuk dari masyarakat, ” tambahnya.
Senada dikatakan Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito yang langsung menginstruksikan perketat pos penjagaan dan patroli di perbatasan guna mencegah radikalisme. “Pos-pos ini nanti akan semakin diperketat apabila situasi sedang genting. Tapi saat ini saya masih instruksikan untuk melakukan pengawasan dan patroli dulu,” ujar Waskito.
Kapolda menambahkan, bulan Juni nanti dia bakal pergi ke Filipina untuk membahas masalah perbatasan dengan Presiden Rodrigo Duterte. “Kita akan bahas masalah-masalah perbatasan nantinya, baik ancaman maupun langkah-langkah antisipasi yang akan diambil,” tandasnya.
(ton) –

