Kolongan, Fajarmanado.com – Sebuah benda yang diduga kuat sebagai bahan peledak ditemukan di muara sungai Desa Kolongan Selatan, Kecamatan Kolongan, Kabupaten Kepulauan Talaud, tadi malam.
Benda mencurigakan tersebut ditemukan oleh Alhendri Pontolimiu dan Junal Sasauw, warga setempat, saat berburu di sekitar lokasi penemuan sekitar pukul 20.30 Wita, Senin (19/06/2017).
Benda berbentuk rangkaian kabel itu berada dalam tas jinjing warnah hitan berukuran sekitar 18×24 centi meter.
Ketika tengah serius berburu, Alhendri dan Junal melihat sebuah tas hitam di sekitar muara sungai desa mereka. Penasaran, keduanya pun mendekat lalu membuka tas misterius itu. Tapi betapa terkejutnya mereka melihat ada rangkaian kabel di dalamnya.
Ke dua pria itu pun terhenyak, kemudian berbegas meninggalkan lokasi menuju dan melaporkan hal itu kepada Kepala Desa Kolongan, Gerson Sasegade, yang kemudian langsung diteruskan melapor ke pihak Polsek Lirung dan Babinsa setempat.
Sekejab saja, peristiwa penemuan benda yang diduga bahan peledak itu cepat menyebar dan menghebohkan warga setempat. Namun pihak pemerintah desa, kepolisian dan TNI berhasil menenangkan warga dan meminta untuk mempercayakan penanganan penemuan ini kepada pihak yang berwajib.
Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan personel Polsek Lirung dibantu Babinsa dan pemerintah desa, tas jinjing hitam dievakusi ke Mapolsek Lirung.
Setelah dilakukan pemeriksaan secara cermat, di bagian dalam tas dilapisi spons tipis. Isinya terdiri dari kabel listrik, serbuk belerang, lampu indikator dan sekering listrik.
Petugas menduga, benda ini merupakan bom ikan yang belum terangkai sempurna. Dugaan ini dikuatkan dengan masih ditemuinya nelayan yang menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan, yang dapat merusak ekosistem laut.
Kapolres Talaud, AKBP Hendra Sukaca dan Wakapolres Kompol Maria Boki Buida mendatangi Mapolsek Lirung untuk melihat langsung benda tersebut, Selasa (20/06/2017), pagi tadi.
Kapolres Sukaca mengatakan, benda yang ditemukan warga tersebut sudah diperiksa oleh Brimob bersama TNI, dan diduga kuat adalah bahan-bahan untuk membuat bom ikan.
“Ini campuran untuk bom ikan yang belum lengkap dan hanyut terbawa ombak sampai ke muara sungai,” ungkapnya. “Masyarakat jangan panik, silahkan beraktivitas seperti biasanya,” ujar Kapolres.
Editor : Herly Umbas

