Kejari Minahasa ‘Enggan’ Sentuh Pasar Kawangkoan
Ryan Untu

Kejari Minahasa ‘Enggan’ Sentuh Pasar Kawangkoan

Tondano, Fajarmanado.com – Para pedagang di Pasar Kawangkoan serta sejumlah pihak yang peduli meminta supaya pihak Kejaksaan turun melakukan penyelidikan terkait dugaan korupsi di fasilitas tersebut. Hal itu menyeruak karena gedung yang dibangun dengan anggaran enam miliar lebih tersebut dinilai tidak sesuai dengan mata anggaran.

Namun, pihak yang berharap tersebut siap-siap kecewa. Pasalnya, kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa mengaku sampai saat ini, mereka tidak menerima laporan dalam bentuk apapun. Sehingga tidak ada dasar untuk melakukan penyelidikan.

Karena itu, Kajari Minahasa Saptana Setyabudi melalui Kasi Intel Ryan Untu mengatakan, pihaknya tidak bisa langsung mengkiriminalisasi pihak tertentu jika tidak ada bukti otentik.

“Bagaimana kami mau turun ke sana (Pasar Kawangkoan), laporan saja tidak ada. Perlu dipahami, ini adalah instansi penegak hukum yang bekerja berdasarkan pedoman yang ada,” ujar Untu ketika ditemui wartawan di kantornya.

Lanjut dikatakanya, beda lagi kalau memang ada fakta di lapangan. Jika situasinya demikian, Untu memastikan pihaknya akan langsung turun melakukan penyelidikan.

Namun kalau tanpa fakta dan kemudian pihaknya yang akan turun mencari informasi untuk mengungkap hal yang belum tentu benar, maka tidak bisa dilakukan.

“Kami ini bukan instansi yang ingin mencari-cari kesalahan. Tapi kalau ada laporan, apalagi disertai bukti awal, kami berhak turun dan melakukan pengumpulan barang bukti serta keterangan di lapangan,” jelasnya.

Sementara itu, sumber lembaga swadaya masyarakat mengatakan, pihak penegak hukum tidak semata-mata hanya menunggu laporan resmi dan tertulis dari masyarakat. Pemberitaan media pun mesti ditanggapi, apalagi sinyalemen tindak pidana korupsi itu telah beberapa kali diberitakan sejumlah media.

“Setahu saya, pihak penegak hukum bukan hanya bisa menindaklanjuti laporan resmi masyarakat, berita media pun bisa dijadikan dasar untuk melakukan menelidikan dan penyidikan,” ujarnya.

Ia mencurigai jika sikap pihak Kejari Tondano ini diduga keras karena asa oknum berpengaruh yang turut terlibat menikmati hasil dari pembangunan fasilitas Pasar Esa Waya Kawangkoan tersebut. “Saya dengar, kontraktornya adalah orang dekat penguasa di daerah ini dan ada juga oknum yang santer diduga mendapat jatah kios di pasar itu,” ujar sumber.

(fis/ely)