Sesuai Prediksi, Hasil Survey Para Guru Unggulkan JWS

Sesuai Prediksi, Hasil Survey Para Guru Unggulkan JWS

Tondano, Fajarmanado.com – Seperti yang sudah diprediksi sebelumnya, sejumlah guru yang direkrut untuk melakukan survey selama empat hari telah mendapatkan hasilnya.

Hasil survey tersebut menunjukan bahwa oknum dengan inisial JWS ungggul dibandingkan dengan figur lain yang digadang bakal maju dalam Pilkada Minahasa tahun 2018 mendatang.

Kepada Fajarmamado.com, salah seorang guru yang baru menyelesaikan tugas ilegalnya tersebut mengatakan kalau survey yang mereka lakukan seharusnya tidak perlu. Karena itu hanya membuang tenaga dan membebani sejumlah sekolah untuk menanggung biaya operasional mereka.

Toh hasil akhirnya seperti yang diharapkan karena sudah direncanakan dan dirancang seperti itu. “Hasil survey kami JWS unggul. Jadi layak direkomendasikan untuk maju dalam Pilkada Minahasa 2018. Kan memang dihrapkannya seperti itu. Karena, mana mungkin kami bawa pulang hasil mengecewakan, bisa jadi kami langsung dimutasi,” beber lelaki yang tidak mau identitasnya dipublikasikan tersebut.

Dikataknya juga, hasil ini seperti ungkapan ‘asal bapak senang’. Karena dalam melakukan survey, ada misi khusus terselubung yang mereka emban. Yaitu hasil akhirnya harus JWS yang unggul. “Sebenarnya berat hati untuk menerima tugas itu, tapi apa boleh buat, apalagi diarahkan langsung oleh kepala dinas,” ungkapnya.

Hal tersebut mengundang komentar dari Bung Herry Plangiten, pemerhati pemerintahan yang selalu kritis ketika bersuara. Dikatakanya, buat apa melakukan survey jika hasilnya sudah diseting. Apalagi yng melakukan survey adalah guru-guru.

“Hahaha, ini kan sesuai dengan prediksi saya sebelumnya. Keren sedangkan tim survey dari lembaga independen bisa disusupi apalgi yang melakukan survey adalah guru-guru yang latar belakang pendidikanya bukan untuk melakukan survey,” ujar Plangiten sambil tertawa.

Lanjutnya, situasi ini sangat serius jadi butuh diberi perhatian serius oleh instansi berwenang yang lebih tinggi agar tidak ada pihak yag seenaknya mengeksploitasi guru dalam kepentingan politik.

“Kalu saya analisa, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa akan memberikan hasil survey tersebut kepada JWS. Mungin juga sebgai ajang cari muka supaya dia dilntik mejadi kepala dinas definitif,” jelasnya.

Sebelumnya, meski sejumlah guru sudah mengaku jika mereka dipnggil Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Arodi Tangkere untuk mmberikan tugas tersebut, saat dikonfirmasi wartawan, Tangkere tidak mengakuinya.

Tangkere mengaku tidak tahu dengan situasi ini. Dirinya mengatakan bahwa akan mengecek informasi yang menyebut jika sejumlah guru di Kabupaten Minahasa direkrut untuk menjadi tim survey terkait kepentingan Pilkada Minahasa tahun 2018 mendatang.

Sampai berita ini ditayangkan, Tangkere tidak menanggapi upaya konfirmasi terbaru dari wartawan.

Penulis :Fiser Wakulu