Tondano, Fajarmanado.com – Pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 semakin dekat. Tensi politik di Kabupaten Minahasa, salah satu penyelenggara Pilkada serentak ini, semakin panas saja.
Sederetan nama terus bermunculan, yang digadang-gadang bakal meramaikan bursa calon Bupati dan Wakil Bupati periode 2018-2023. Teranyar, bergabungnya Melissa Gerungan memperkuat struktur pengurus DPD II Partai Golkar (PG) Minahasa.
Putri kesayangan Hangky Arther Gerungan (HAG), penasehat Olly Dondokambey Centre (ODC), organisasi yang seakan menjadi representasi sosok Gubernur Sulut Olly Dondokambey ini, menggantikan posisi Bendahara dari James Arthur Kojongian, Ketua Harian DPD II PG Minahasa Selatan ini.
Dua pekan pasca terpilihnya Melissa, HAG bertemu dengan Ketua DPD II PG Minahasa Careig Naichel Runtu SIP (CNR) di Manado, Senin (28/08/2017) Pertemuan khusus itu, kata orang dekat HAG, berlanjut di kediaman HAG, kawasan perumahan elit, Citraland Manado hingga dini pagi tadi.
Pengamat politik dan pemerintahan Minahasa, Herry Plangiten menilai bahwa pertemuan CNR-HAG, yang sempat dihadiri Melissa itu merupakan wujud keseriusan Ketua PG Minahasa CNR menggalang dukungan untuk memenangkan partai Beringin pada Pilkada 2018.
“Manuver CNR ini menunjukkan PG serius menatap Pilkada Minahasa. Selain PG, saya mencermati PDIP juga yang terkesan serius. Partai lainnya tak tampak serius,” katanya meenjawab Fajarmanado.com di Tondano, Selasa (29/08/2017), pagi tadi.
Ia mengatakan, sampai saat ini baru PG dan PDIP yang serius menghadapi Pilkada di daerah Toar Lumimuut ini. Belum ada tanda-tanda bakal terbentuknya koalisi antara partai yang perolehan kursinya tidak cukup untuk mengusung calon.
Bahkan, menurutnya, partai-partai yang kursinya tidak cukup untuk mengusung calon seperti Demokrat, Gerindra, Nasdem, Hanura dan PKPI lebih condong untuk berkoalisi dengan Golkar atau PDIP yang notabone bisa mengusung calon sendiri meski tanpa koalisi.
“Secara kasat mata, kita sudah bisa melihat pergerakan Nasdem yang arah dukunganya mulai terbaca. Begitu juga dengan Demokrat dan PKPI, kemungkinan besar mereka akan merapat ke Golkar. Kalau Hanura dan Gerindra masih susah ditebak,” ujar Plangiten.
Lanjutnya, kalau memang Golkar mengusung Ivan Sarundajang (IvanSa) sebagai calon bupati, dapat dipsatikan kalau Nasdem akan segera menyatakan dukunganya. Apalagi Walikota Bitung, Max Lomban yang juga adalah Ketua Nasdem Sulawesi Utara dikenal dekat dengan Ivansa.
Keakraban keduanya juga sering kelihatan dalam beberapa momentum. Salah satunya saat Lomban makan malam di Rumah Dinas IvanSa usai acara pentahbisan Uskup Manado yang dilangsungkan di Stadion Maesa Tondano belum lama ini.
Plangiten juga membahas soal kemungkinan arah dukungan Demokrat. Menurutnya, kalau PDIP memaksakan untuk mengusung Jantje Wowiling Sajow (JWS) sebagai calon bupati, kemungkinan besar bergabungnya Demokrat dengan PDIP kecil sekali.
Karena sudah menjadi rahasia umum jika rumor yang beredar kalau pergerakan Rommy Rumengan, orang dekat JWS di Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) untuk menjatuhkan Rektor Unima, Prof Dr Julyeta Runtuwene DEA MS, diduga dibiayai JWS.
Julyeta Runtuwene sendiri diketahui adalah istri dari Walikota Manado, Dr GSV Lumentut yang juga adalah Ketua Partai Demokrat Sulawesi Utara. Sehingga hal tersebut bisa saja memicu sentimen khusus antara Lumentut dengan JWS.
“Kalau memang terjadi (Demokrat dan Nasdem) berkoalisi dengan Golkar mendukung IvanSa, pergerakan kedua tokoh ini sangat berpengaruh. Apalagi Lomban diketahui memiliki basis masa di wilayah Tondano Pante (Dapil III). Begitu juga dengan Lumentut yang juga memiliki basis masa di wilayah Remboken,” jelas Plangiten.
Lanjutnya, ditambah dengan suntikan kekuatan dari Melisa Gerungan yang adalah putri kesayangan Hangky Arther Gerungan (HAG), kekuatan Golkar diprediksi balak sulit dibendung.
Namun demikian, Plangiten juga tidak meremehkan kekuatan dari PDIP. Apapagi Ketua PDIP Sulut, Olly Dondokambey yang juga adalah Gubernur Sulut, dikenal sebagai politisi handal yang memiliki segudang strategi.
“Olly tentunya sudah memetakan kekuatan Golkar dan PDIP di Minahasa. Karena itu, saya yakin kalau beliau punya strategi khusus untuk memenangkan PDIP di Minahasa. Tapi kan konsentrasinya terpecah karena di Sulut ada enam daerah yang akan melangsungkan Pilkada. Jadi fokusnya tidak hanya untuk Minahasa,” pungkas Plangiten.
Penulis : Fiser Wakulu
Editot : Herly Umbas

