Tondano, Fajarmanado.com – Kendati Kota Tondano dokelilingi dengan area hijau seperti Pegunungan Lembean, Pegunungan Tampusu dan Pegunungan Masarang, pada tahun 2014 silam, pemerintah membangun kawasan yang disebut dengan hutan kota.
Kawasan tersebut dibangun di kawasan Stadion Maesa Tondano dan disinyalir menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah. Saat ini, kondisi kawasan hutan kota tersebut sangat memprihatinkan.
Atas situasi tersebut Sekretaris DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Minahasa, Bung Edwin Pratasik
mempertanyakan terkait pemanfaatannya yang kian tak jelas.
Kendati menurutnya, untuk membangun itu sudah memakan anggaran yang cukup besar.
“Namanya saja Hutan Kota, namun silahkan dikroscek apakah ada tanaman pohon yang tumbuh di lokasi itu semenjak dibangun,” ujar Pratasik, Senin (04/09) kemarin.
Bahkan dengan tegas dirinya menyatakan jika pembangunan itu hanya
mubasir saja. Dan meminta kepada aparat hukum untuk segera mengusutnya kenapa seperti itu.
“Kalau memang tidak mau diurus kenapa dibangun. Lebih baik tidak usah dan alihkan anggarannya yang memang dibutuhkan masyarakat saat sebelum dibangun,” tambahnya.
Lanjutnya, pembangunan hutan kota tidak sesuai rencana yang
matang sesuai dengan kajian. Karena diduganya hal itu dibuat hanya
untuk mencari keuntungan sesaat oleh oknum tertentu.
“Pimpinan Dinas Kehutanan Kabupaten Minahasa yang ketika belum dilebur harus ikut bertanggungjawab akan hal ini. Karena merekalah yang melakukan pekerjaan tersebut hingga menjadi mubasir,” pungkasnya.
Sayangnya saat coba dikonfirmasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Minahasa, Ir Alva Montong tidak berada di kantornya. Dihubungi lewat ponsel juga selalu dialihkan.
Penulis : Fiser Wakulu

