Bitung, Fajarmanado.com – Tanpa sengaja Sianida (Zat beracun yang sangat berbahaya) yang dibawa oleh sebuah mobil conteiner, tumpah ke jalan raya. Mengetahui hal tersebut, tim Emergency Response Plan (ERP) PT. Trans Continent langsung bergerak cepat. Berkat kesigapan dan profesionalisme kerja, tim ERP berhasil mangatasi zat beracun yang tumpah dijalan.
Hal ini terjadi di Pelabuhan Samudera Bitung, Selasa (10/10), dalam simulasi penanganan zat beracun yang tumpah ke jalan saat pengangkutan. “Sianida adalah zat yang sangat berbahaya, tidak boleh kena dibagian tubuh manusia, bahkan pakaian yang dipakai oleh petugas dari tim ERP hanya sekali pakai,” jelas Business and Development Manager PT. Trans Continent Nursan Nurdin kepada awak media.

Menurutnya, Zat beracun yang tumpah kejalan setelah dibersihkan oleh tim ERP, dibawa ketempat pemusnahan. Pakaian khusus yang digunakan oleh petugas juga harus dimusnahkan. Sedangkan mobil pemadam kebakaran yang berada di tempat kejadian, untuk berjaga-jaga apabila terjadi kebakaran. Khusus di Sulawesi Utara, ada beberapa perusahaan yang menggunakan sianida si perusahaan mereka.
“Simulasi penanganan zat beracun yang tumpah ke jalan dilakukan setiap tahun, sehingga tim ERP selalu siap siaga apabila ada kejadian seperti ini. Sudah tidak kaget lagi tetapi dengan profesional sesuai dengan SOP menangani masalah ini sampai tuntas,” ujar Nurdin.
Ditambahkannya, jika ada kejadian seperti ini, dimana ada zat beracun yang tumpah ke jalan segera menghubungi pihak yang khususnya menangani kasus tersebut. Dalam menangani kasus sianida yang tumpah ke jalan, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan antara lain arah dan tekanan angin yang bertiup di lokasi kejadian, mengingat bentuk sianida yang dibawa bukan cair tapi padat seperti pasir. Dan juga ada hal-hal penting lainnya yang harus diperhatikan.
Nampak hadir dalam Simulasi yang dilakukan oleh PT. Trans Continent, perusahaan-peusahaan yang menggunakan sianida dalam usaha mereka dan pihak yang terkait dengan penanganan kasus zat beracun yang tumpah kejalan. (Jones Mamitoho)
