Dikira Sofa, Ternyata Mayat Kakek 80 Tahun Mengapung di Sungai
Proses evakuasi jenazah kakek berusia sekitar 80 tahun yang hanyut di DAS Tondano, Sabtu (09/12/2017), tadi sore.

Dikira Sofa, Ternyata Mayat Kakek 80 Tahun Mengapung di Sungai

Tondano, Fajarmanado.com — Sempat dikira sofa oleh saksi mata, ternyata yang mengapung di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano adalah mayat manusia berjenis kelamin laki-laki. Peristiwa penemuan mayat pada Sabtu, (09/12/2017) tadi sontak mengagetkan sejumlah warga di Kelurahan Luaan Kecamatan Tondano Timur, Minahasa.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan menyebut bahwa mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh lelaki Luki Kerab ketika dirinya hendak memancing ikan.

“Saat akan mencari tempat duduk untuk memancing, saya melihat seperti kursi sofa yang mengapung. Namun saat saya mendekatinya, ternyata adalah mayat manusia,” ujar Luki, sapaan akrabnya kepada wartawan di tempat kejadian perkara (TK), siang tadi.

Bukan hanya Luki, mayat tersebut juga dilihat oleh Santi Gobel, warga setempat yang sementara mencuci pakaian tak jauh dari lokasi penemuan mayat. “Kami kemudian langsung melaporkan ke pihak berwajib,” katanya.

Tak lama kemudian, petugas langsung datang ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi jasad tersebut, kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr GSSJ Ratukangi Tondano untuk diaotopsi.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Minahasa AKBP Christ Pusung SIK melalui Kasubag Humas AKP Hilman Rohendi, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.

“Lokasi penemuan di pinggir sungai, tepatnya depan rumah Keluarga Lontaan-Rantung, Lingkungan III, Kelurahan Luaan dan tanpa identitas,” ujar Rohendi.

Lanjut dikatakanya, dalam pemeriksaan kepolisian, bahwa korban berjenis kelamin laki–laki, berumur sekitar 80 tahun, tinggi sekitar 170 cm, kulit sawo matang, hidung mancung.

Ketika ditemukan, korban memakai kemeja batik lengan panjang warna coklat bercorak bunga, celana panjang warna hitam, memakai sandal jepit warna hitam biru, topi warna coklat. Dalam saku celana ditemukan dompet warna hitam berisi uang Rp200 ribu.

“Kami masih menunggu pemeriksaan lanjutan dari tim dokter. Termasuk untuk mengungkap identitas korban,” pungkasnya.

Penulis: Fiser Wakulu