Nekad Hentikan Pesta yang Bising, Pria Ini Akhirnya Membunuh
Tersangka pembunuhan sesama warga Mapanget, Toby, 45 tahun, saat berada di balik jeruji Mapolsek Mapanget, Sabtu (18/8/2018).

Nekad Hentikan Pesta yang Bising, Pria Ini Akhirnya Membunuh

Manado, Fajarmanado.com — Pesta ulang tahun di Kelurahan Paniki Dua, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sabtu (18/8/2018), dini pagi tadi.

Wensy Korengkeng, pria 30 tahun, warga Kelurahan Paniki Dua Lingkungan 1 ini akhirnya merenggang nyawa setelah mendapat tikaman benda tajam menembus dadanya oleh tersangka berinisial TP alias Toby, 45 tahun, yang juga warga setempat.

Peristiwa berdarah itu terjadi sekitat  pukul 01.00 Wita di salahsatu pekarangan rumah, tetangga tersangka yang tengah menggelar pesta ulang tahun semalam suntuk.

Tersangka Toby mengaku sangat terganggu dengan acara pesta tersebut. Selain menggelar ramah tamah, acara syukuran itu disertai dengan lagu-lagu melalui pengeras suara, belum lagi suara berisik dari para pengunjung.

Menjelang pukul 01.00 Wita, tersangka Toby membekali diri dengan sebilah pisau menuju lokasi acara. Ia pun tak segan-segan menegur pemilik rumah supaya acara dihentikan karena sudah larut sehingga mengganggu kenyamanan warga yang hendak beristirahat tidur.

Tak hanya menegur tuan rumah Toby lantas mengambil pengeras suara dan mengumumkan agar acara segera dihentikan. Namun tetap saja tidak diindahkan oleh tuan rumah.

Aksi nekad Toby, bukannya digubris tapi mendapat cibiran pula oleh para pengunjung, apalagi mereka yang tengah asik pesta minuman keras (miras).

Diduga kesal karena tidak digubris permintaannya, sambil menenteng pisau, Toby beranjak dan berjalan cepat menuju ke arah di mana korban Wensy bersama teman-temannya sedang duduk pesta miras.

Tak banyak bicara, Toby langsung mengarahkan tikaman ke arah Wensy. Tikaman yang tak disangka-sangka itu, tak terelakkan menembus bagian dada klrban Wensy.

Mendapat tikaman, korban berusaha melarikan diri, namun hanya sekitar 30 meter tersungkur bersimbah darah. Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia akibat kehabisan darah.

Sementara tersangka, usai melakukan aksinya langsung datang menyerahkan diri ke Polsek Mapanget.

Kasubbag Humas Polresta Manado AKP Rolly Sahelangi membenarkan peristiwa tersebut.

Sahelangi mengatakan, Kepala SPK plug B Aiptu Arke Paparang bersama anggota piket fungsi langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP).

Korban Wensy ditemukan berada sekitar 30 meter dari tempat acara sudah tergeletak kaku tak bernyawa, kemudian dibawa ke RSUP Prof RD Kandou Malalayang untuk diotopsi.

Hasil otopsi di RSUP Prof RD Kandou, korban mengalami sebuah luka tikaman dari depan dan melukai ginjal dan usus, tembus tulang belakang.

“Tersangka saat ini sudah berada di ruang tahanan Polsek Mapanget, sementara acara HUT tersebut tidak ada ijin kegiatan masyarakat yang dikeluarkan oleh pihak Kepolisian,” jelasnya AKP Sahelangi.

Penulis: Herly Umbas