Tomohon, Fajarmanado.com — Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sulawesi Utara (Sulut) mengapresiasi sikap dan langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut dalam memecahkan persoalan harga kopra yang anjlok.
Ketua HKTI Sulut, Syerly Adelyn Sompotan menilai langkah-langkah yang diambil Gubernur Olly Dondokambey, SE dalam meningkatkan kesejahteraan petani kelapa dan menaikkan harga kopra saat ini sudah sangat tepat dan jitu.
“HKTI akan ikut bersama-sama pemerintah fokus mendorong peningkatan kesejahteraan petani kelapa dan berupaya mencarikan solusi mendongkrak harga kopra,” katanya kepada wartawan di Tomohon, Selasa (27/11/2018) malam tadi.
Seperti diketahui, menyikapi jeritan petani atas anjloknya harga kopra, berbagai langkah telah diterobos dan dilakukan Pemprov Sulut.
Salah satu di antaranya, adalah melakukan pertemuan dengan seluruh kepala daerah dari provinsi penghasil kelapa di Indonesia.
Pertemuan yang digelar beberapa kali secara maraton itu, diakhiri dengan Konferensi Nasional Kelapa IX dan Internasional Coconut Conference dan Expo tahun 2018 di Manado, Sulut, belum lama ini.
Konferensi lima hari yang turut dihadiri pula para perwakilan asosiasi pengusaha kelapa seluruh Indonesia dan Internasional tersebut, dalam rangka menyatukan sikap dan langkah solusi untuk menjawab persoalan harga kopra yang tak menentu.
Presiden Jokowi juga tidak tinggal diam. Kepala Negara telah membuat kebijakan Minyak Nabati dengan menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2018 tentang mandatori biodiesel untuk sektor Public Service Obligation (PSO) dan non-PSO.
Sementara Gubernur Olly, juga melakukan kebijakan pemberian mesin pembuat minyak kelapa untuk produksi skala kecil melalui 12 kelompok tani pada tahun 2018 ini.
Selain itu, Gubernur Olly juga mengutus Wakil Gubernur Drs. Steven Kandouw bersama sejumlah pejabat eselon dua melakukan terobosan pasar kopra di Belanda awal pekan ini.
Syerly Adelyn Sompotan menilai langkah-langkah yang ditempuh Pemprov Sulut adalah sangat baik dan harus didukung semua stakeholder.
“Melihat kondisi harga kopra saat ini, HKTI Sulut akan bekerjasama dgn Pemerintah Provinsi melalui Instansi terkait untuk mendukung implementasi kebijakan Gubernur,” katanya.
“Program ini akan menjadi Fokus dari HKTI dan kami akan berkoordinasi terus dengan Pak Gubernur dan Wakil Gubernur,” sambung SAS, sapaan akrab wanita familiar yang juga Wakil Wali Kota Tomohon ini.
SAS pun mengajak warga Sulut untuk menggunakan produk dalam negeri, dalam hal ini minyak kelapa hasil dari petani Sulut.
“Ini menjadi perhatian kami dan kami harap kedepannya petani Sulut bisa sejahtera,” ujarnya.
Penulis: Prokla Mambo
Editor : Herly Umbas

