Warga Bongkar Terung Paliusan dan Shopping Centre Kawangkoan
Inilah penampakan aktivitas pembongkaran Terung Paliusan dan Shopping Centre Kawangkoan, Jumat (22/2/2019)

Warga Bongkar Terung Paliusan dan Shopping Centre Kawangkoan

Kawangkoan, Fajarmanado.com — Warga ramai-ramai membongkar shopping centre dan Terung Paliusan Kawangkoan, Minahasa, Jumat (22/2/2019).

Pembongkaran fasilitas umum yang berada di pusat Kota Kawangkoan, tepatnya di Lingkungan 3, Kelurahan Sendangan Tengah itu diinisiasi oleh para pemilik rumah toko (Ruko) bersama pemerintah dan masyarakat setempat, menyusul rekomendasi Rapat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kawangkoan pada Selasa, 19 Februari silam.

“So nyanda aman. Lia jo, tu bagian atas (lantai dua) sana, so pica-pica. Aer so merembes maso ke sini,” Neltje Panambunan, pemilik Toko AK kepada Fajarmanado.com, pagi tadi.

“Terpaksa pindah, karena so nyanda aman. Bos kuatir jang sampe ada korban,” komentar Denny Poluakan, pengelola ketangkasan biliard, terpisah.

Sementara itu, sejumlah pria, yang dikoordinir Kepala Lingkungan 3, Sendangan Tengah, Boy Rompas, membongkar atap Terung Paliusan, yang berada pas di depan Shopping Centre, pusat Kota Kawangkoan.

“Karena hasil Musrenbang terung ini akan dibongkar, kami mendapat izin Ibu Camat untuk membongkarnya. Ya, tentu bahan-bahan yang bisa dipakai akan kami gunakan untuk kebutuhan masyarakat kami, termasuk membangun Pos Kamling,” ujar Pala Boy, sapaan akrabnya.

Keberadaan Terung Paliusan Kawangkoan, yang dibangun Kawanua Kawangkoan Jakarta sekitar tahun 1998 telah lama diusulkan masyarakat untuk dibongkar karena telah mempersempit lahan parkir di kawasan pusat Kota Kacang, Biapong dan Ragey ini.

Musrenbang 2018 silam, telah disepakati untuk dibongkar, namun tak kunjung terealisasi. Tak heran, rencana yang tertunda tersebut kembali menyeruak pada Musrenbang 2019, Selasa silam.

“Itu sudah menjadi kesepakatan, makanya sudah mulai dibongkar. Tapi kami masih kesulitan karena tidak ada alat berat. Jadi, kemungkinan hanya akan dibongkar manual dengan melibatkan swadaya masyarakat sesuai hasil Musrenbang baru-baru,” ujar Camat Kawangkoan, Dra Meike Rantung.

Soal pengelola yang ikut membongkar atap, bahkan pintu ruko, kemudian menganbil materialnya, Camat Meike mengatakan, tidak menginstruksikannya.

Namun demikian, dirinya mengaku tak bisa mencegah karena material-material tersebut adalah milik pengelola saat merehab bangunan rukonya masing-masing.

Keberadaan Shopping Centre Kawangkoan telah lama disoroti masyarakat karena bangunannya tidak layak pakai lagi, telah rapuh dimakan usia.

Hampir di seantero lantai dua tidak lagi terawat. Bahkan, sebagian besar atapnya sudah bolong-bolong sehingga air merembes masuk sampai di lantai dasar.

“Memang sudah tidak aman lagi. Kalau berjalan di lantai dua, sangat terasa lantainya bergoyang,” kata Hentje Lumangkun, warga setempat.

“Memang so ndak aman. Mungkin karena bangunan ini sudah terlalu tua karena dibangun pada tahun 1978,” ungkap Joppy Kumendong dan Adrie Masengi, tokoh masyarakat Kawangkoan.

Penulis: Herly Umbas