Manado, Fajarmanado.com — Kasus penikaman yang menimpa Pdt Alexander Pengkey (54 tahun), guru SMK Ichthus yang dilakukan seorang siswanya sendiri di Manado, Senin (21/10/2019) menggegerkan warga Sulawesi Utara (Sulut).
Alexander, yang merupakan guru agama di salahsatu sekolah menengah atas di Manado dikabarkan ditikam oleh siswanya sendiri berinisial FL (16 tahun) tepatnya di Kelurahan Mapanget Barat, Kecamatan Mapanget, membuat geger masyarakat kususnya yang berada di Sulut.
Sontak saja, peristiwa penikaman yang menyebabkan korban meninggal dunia di rumah sakit itu pun mendapat perhatian dari berbagai kalangan masyarakat dan pejabat. Salah satunya Anggota DPRD Sulut Sandra Rondonuwu STh, SH.
Saron, srikandi politisi PDI Perjuangan ini menilai peristiwa pembunuhan kepada Guru SMK oleh anak didiknya menjadi duka bagi dunia pendidikan.
“Saya sangat prihatin ketika mendengar peristiwa seperti ini bisa terjadi dalam lingkungan pendidikan, dimana nyawah seorang pendidik justru harus berakhir tragis hanya karena ingin memberikan nasihat yang baik pada anak didiknya,” ujarnya kepada wartawan, siang tadi.
Saron mengatakan, peristiwa ini adalah fenomena gunung es, di mana persoalan mental dan moral anak didik dan dunia pendidikan kita berada di titik nadir.
“Ini adalah masalah serius bangsa, bahwa pendidikan kita sedang diuji apakah pengajaran formal mampu melahirkan manusia-manusia berakhlak dan bermartabat,” tandasnya.
“Tentunya ini harus menjadi perhatian serius untuk semua pihak karena kejadian seperti ini merupakan satu dari sekian banyak kasus tragedi dunia pendidikan. Maka berkaca dari kejadian ini sudah saatnya guru, pemerintah, orang tua bahkan murid itu sendiri duduk untuk mencari format pendidikan yang holistik,” sambung dia.
Ia berharap agar bukan sekadar sekolah menjadi bengkel moral dan laboratorium intelektual tapi sebagai Center of exelence yang mampu melahirkan generasi yang unggul tapi sekaligus bemoral, berbudaya dan bermartabat.
Ia mengatakan, anak-anak jaman sekarang memang membutuhkan pendekatan khusus yang tentu harus dilihat secara positif tapi kritis.
“Karena itu, kasus ini harus kita seriusi untuk melihat lesson learn bagi dunia pendidikan kita,” pungkasnya.
Penulis: Prokla Mambo

