10 Hari Hilang, Ini Langkah Keluarga Korban Hilang KM Funka Murni di Perairan Pulau Siko

10 Hari Hilang, Ini Langkah Keluarga Korban Hilang KM Funka Murni di Perairan Pulau Siko

Tompaso Barat,  Fajarmanado.com — 10 hari Sonny Rembet, pria 58 tahun hilang akibat karamnya KM Funka Murni di perairan sisi timur Pulau Siko, Halmahera Selatan (Harsel), Maluku Utara (Malut) membuat keluarga korban semakin pasrah.

Jika sebelumnya masih berharap korban yang oleh teman-temannya akrab dipanggil Ko Sonny ditemukan, kini keluarga korban menyerahkan sepenuhnya kepada kuasa Tuhan.

Ko Sonny dinyatakan hilang ketika KM Funka Murni karam di perairan sisi timur Pulau Siko,  Halsel pada Minggu, 23 Februari 2020 dini pagi silam.

Selang sekitar 10 hari dinyatakan hilang,  upaya pencarian belum juga membuahkan hasil sampai saat ini.Tim Basarnas Ternate telah ‘angkat kaki’ sejak 28 Februari setelah menurunkan tim penyelam mulai 24 Februari, empat hari sebelumnya.

Untuk itulah, Olta Simbar,  isteri korban, atas persetujuan adik korban, Jefry Rembet kembali menggelar ibadah di kediaman keluarga korban. Ibadah yang dipimpin Guru Agama (GA) Luwuk Pontoh dari GMIM Sentrum Kawangkoan berlangsung khuyuk, Rabu (4/3/2020) sore.

Materi ibadah tak lain bertemakan penyerahan karena nasib korban Sonny Rembet belum dipastikan, apakah sudah meninggal atau masih hidup.

“Hanya ibadah penyerahan dan terbatas mengundang dan dihadiri jemaat kolom dan keluarga dekat,” komentar Olta Simbar,  didampingi Jefry Rembet,  adik korban kepada Fajarmanado.com di kediamannya,  Desa Tompaso Dua Utara,  Kecamatan Tompaso Barat, Minahasa, Rabu (4/3/2020) semalam.

Olta menegaskan, ibadah yang dilakukan hanya sebatas penyerahan saja karena nasib suaminya belum ada kepastian,  masih hidup atau sudah meninggal.

Sesuai pengakuan Basarnas Ternate melalui jaringan WhatsAp, menurut dia, pencarian terus dilakukan melalui pantauan udara dalam beberapa hari terakhir karena semua area yang dicurigai sebagai lokasi korban terbawa arus telah ditelusuri.

Sesuai pengamatan Fajarmanado.com,  Basarnas praktis melakukan pencarian korban di sisi timur Pulau Siko dan sekitarnya mulai Senin, 24 Februari 2020, sehari setelah KM Funka Murni dilaporkan karam.

Pencarian oleh Basarnas yang melibatkan lima penyelam hanya berlangsung empat hari karena mulai Jumat, 29 Februari 2020, sekitar pukul 10.00 WIT,  semua personil Basarnas ditarik ke Ternate. Yang ditinggal hanya satu kantong mayat yang diharapkan bisa digunakan apabila korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

“Kami keluarga masih berharap Sonny bisa ditemukan,” kata Olta Simbar.

Penulis: Heru