Tondano, Fajarmanado.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkba) Minahasa mengklaim sebagai daerah yang tercepat merealisasikan dana desa (Dande) dan Alokasi Dana Desa (ADD) 2020.
Namun faktanya, dikabarkan belum juga ada satu dari 227 desa yang bisa mencairkan ADD 2020 sampai saat ini. Tak terkecuali tiga desa yang disebut sudah memenuhi syarat saat launching Dandes dan ADD 2020 di Karati Hall Tounsaru, Kecamatan Tondano Selatan pada 28 Februari 2020.
Ke tiga desa yang dinilai sudah layak menyalurkan Dandes maupun ADD 2020 tahap pertama adalah Desa Sea Tumpengan, Kecamatan Pineleng dan Desa Kanonang Dua dan Desa Kayuuwi Satu, Kecamatan Kawangkoan Barat.
Meski demikian, para perangkat pemerintahan di tiga desa tersebut, ketika ditemui terpisah dalam sepekan terakhir, mengeluh belum menerima dana tunjangan perangkat desa yang bersumber dari ADD.
“Memang biasanya disalurkan per triwulan. Tapi kami dengar administrasi dana desa dan ADD desa kami sudah memenuhi syarat waktu launching pada akhir bulan (Februari) lalu, tapi sesuai pengakuan Pak Kumtua, belum bisa dicairkan sampai sekarang,” ujar sumber perangkat desa.
Dana tunjangan tersebut sangat dinanti para perangkat desa karena dalam dua pekan terakhir mereka mengaku tidak bisa mencari nafkah tambahan untuk memenuhi kebutuhan keluarga karena menjadi ujung tombak berbagai kegiatan menangkal penyebaran virus corona.
“Hari-hari terakhir ini, kalau tidak mengisolasi diri di rumah, kami melakukan penyemprotan disinfektan, tidak bisa kerja lain. Sementara harga sembako mulai merangkak naik,” kata pria yang mengenakan kaos bertuliskan ROR-RD ini.
Perwakilan Desa Sea Tumpengan, Desa Kayuuwi Satu dan Desa Kanonang Dua memang dipanggil ke depan menerima pencairan tahap pertama Dandes dan ADD 2020 secara simbolis di Karati Hall Tounsaru 28 Februari silam.
”Tiga desa yang siap salur dana ADD dan DD, yaitu Desa Sea Tumpengan, Kecamatan Pineleng, Desa Kanonang Dua Kecamatan Kawangkoan Barat, dan Desa Kayuuwi Satu, Kecamatan Kawangkoan Barat,” kata Bupati Ir Royke Oktavian Roring, MSi.
Desa-desa lainnya, bupati memastikan segera mengikuti karena masih dalam proses penyelesaian evaluasi administrasi APBDes 2020 tingkat kabupaten.
Keterlambatan pencairan ADD 2020 tahap pertama ini memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Ada yang menuding kumtua sengaja menahan hak keuangan perangkat desa, ada pula yang mensinyalir bahwa Pemkab Minahasa sengaja mengulur waktu karena puluhan miliar rupiah dana ADD tersebut telah didepositokan.
“Bisa dibayangkan berapa saja bunganya kalau semua dana ADD 2020 yang berkisar 60 miliar lebih didepositokan selama tiga bulan,” ujar sumber.
ADD, lanjutnya, gampang didepositokan karena berada di rekening Kas Pemda (Pemerintah Daerah).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Minahasa, Jeffry Tangkulung tak merespon ketika dihubungi Fajarmanado.com melalui pesan WhatsUp sampai Minggu (29/3/2020) siang tadi.
Sedangkan Kabid Pemerintah Desa (Pemdes) Dinas PMD Minahasa, Novia Tairas yang dihubungi sebelumnya, enggan berkomentar. Ia hanya menyarankan agar menghubungi atasan langgsungnya.
Sementara Asisten 1 Pemkab Minahasa, Dr Denny Mangala, MSi membantah kabar jika pemkab sengaja mengulur pencarian ADD 2020.
“itu tergantung pada kesiapan desa-desa. Setahu saya sudah ada beberapa desa yang mencairkan ADD,” katanya ketika dikonfirmasi di Pasar Esa Waya Kawangkoan, Sabtu (28/3/2020) siang.
Kendati demikian, ketika ditanya nama-nama desa dimaksud, Mangala tak menyebutkannya. “Yang pasti sudah ada beberapa desa cair ADD. (Pencairan) itu tergantung kesiapan (administrasi) desa-desa. Dananya sudah ada semua,” kilahnya.
Penulis: Herly Umbas

