Prihatin Harga Tomat Terjun Bebas, Calon Nomor Urut 2 YLM-DRK Punya Formula Ini Agar Petani Tak Rugi dan Ciptakan Lapangan Kerja Baru
Paslon nomor urut 2 Pilkada Minahasa, YLM-DRK yang mengusung tagline Minahasa Keter ketika road show Kampanye Damai Pilkada Minahasa 2024 di Tondano, Senin (23/09/2024).

Prihatin Harga Tomat Terjun Bebas, Calon Nomor Urut 2 YLM-DRK Punya Formula Ini Agar Petani Tak Rugi dan Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Fajarmanado.com, Tondano–Harga tomat di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara terjun bebas. Salahsatu komoditas dapur ini nyaris tak bernilai lagi.

Selang sekira tiga pekan terakhir, harga tomat di tingkat pedagang pengecer masih bertahan di angka Rp.5 ribu per kilogram.

“Masih lima ribu (rupiah),” ujar Herman Ismail, dibenarkan Ronal dan Jefry, tiga pedagang tomat dan  rica (cabe rawit) di Pasar Esawaya Kawangkoan, Rabu (25/09/2024) siang.

“Kalu harga rica masih tinggi, 60 ribu (rupiah) perkilo,” sambung Jefry, pedagang asal Desa Tombasian, Kawangkoan Barat.

Tak heran, buah tomat yang sudah sangat matang dan memerah, saat ini masih saja menghiasi hamparan lahan pertanian penduduk di tanah Toar Lumimuut ini. Dibiarkan petani bergelantungan dari batang pohon dan jatuh.

Youla Lariwa Mantik, SH, MH dan Denni Rudi Kalangi (YLM-DRK), pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Bupati dan Wakil Bupati Minahasa 2025–2029 ini, tak luput jadi sasaran keluhan petani.

Kita dan Pak Denni so baron baku dapa, bacirita deng petani. Petani tomat mengeluh kasiang. Harga tomat akhir-akhir ini, turun jauh,” ujar Youla, sapaan karib YLM.

Saking kecewa, lanjutnya, ada saja petani yang mengaku rela memanen hasil produksi tanaman tomatnya, tapi tidak untuk dijual. Namun, akan dihamburkan di jalan umum.

“Kita bilang jangan kasiang. Tu tomat itu berkat dari Tuhan. Pangge jo masyarakat yang butuh, panen sendiri untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Youla mengisahkan pertemuannya dengan petani Tompaso dan Langowan raya, baru-baru ini.

Formula khusus

Paslon YLM–DRK, yang mengusung tagline Minahasa Keter, menurut Youla sudah punya formula khusus dalam mengantisipasi over produksi dan kemungkinan harga komoditas pertanian dan perkebunan terjun bebas.

Semula, Youla membeber formula dimaksud. Namun ketika terus didesak lawyer yang semakin dikenal sebagai wewene keter itu, akhirnya buka suara.

“Ya, tentu saja menata ulang perwilayahan komoditi, membuat industri hasil pertanian dan mencarikan dana talangan agar, minimal, petani tidak rugi apabila over produksi tak terkendali seperti saat ini,” ujar isteri pengusaha nasional spesialis batu bara dan sawit, Noviyandi Rozak, SE itu.

Khusus tomat dan rica, katanya, petani jangan terus bergantung menjual hasil panen ke pasar bebas, seperti pasar tradisional dan swalayan.

“Jika sudah ada industri pengolahan, tomat bisa dibuat saus tomat, lalu rica diolah jadi sambal dan rica kering,” ucapnya menjawab wartawan di Tondano, Rabu (25/09/2024) siang.

Dengan solusi ini, Youla berkeyakinan hasil panen tomat akan lebih banyak terserap dan harga jual relatif stabil. Dan, tak kalah penting lagi, akan ikut membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“Semoga saja, YLM–DRK dipilih mayoritas masyarakat pada Pilkada Minahasa 2024 tanggal 27 November mendatang sehingga rencana kami ini bisa diwujudkan,” tutur Youla, yang dikenal lekat dengan aktivitas peduli sosial selama ini.

[**/menly]