Fajarmanado.com, Tondano–Gegara diterpa mosi tidak percaya dan ‘lompat pagar’, DPD II Partai Golkar (PG) Kabupaten Minahasa akhirnya menonaktifkan Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) PG Sonder, Johny Pua.
Penonaktifan Johny Pua tersebut diputuskan dalam rapat pengurus DPD II PG Minahasa, disaksikan Wakil Ketua Bidang OKK DPD I PG Sulawesi Utara (Sulut), Feryando Lamaluta dan Sekretaris Rasky Mokodompit di Tondano, Senin (21/10/2024).
“Keputusan memberhentikan saudara Johny Pua dari jabatannya sebagai Ketua PK Partai Golkar Sonder tentu berdasarkan berbagai pertimbangan prinsip,” kata Ketua DPD II PG Minahasa, Adrie Kamasi, SH, MH, usai rapat.
Pascapileg 2024, katanya, Johny Pua telah vacum dan tidak lagi melakukan konsolidasi organisasi, melaksanakan rapat kecamatan dan terlibat rapat bersama pimpinan 19 desa di Kecamatan Sonder.
“Itu yang pertama,” kata Adrie Kamasi didampingi Sekretaris DPD II PG Minahasa, Febry FH Suoth, SSos kepada wartawan.
Ke dua, lanjut Kamasi yang kini Wakil Ketua DPRD Minahasa, Johny Pua juga tidak pernah lagi menghadiri undangan rapat konsolidasi yang dilaksanakan DPD II PG bersama pimpinan kecamatan se Kabupaten Minahasa dalam rangka pemenangan Pilkada Minahasa dan Pilkada Sulut 2024.
“Ketidakhadirannya selama rapat yang kami laksanakan, tidak ada konfirmasi alasan yang jelas,” ungkap Kamasi.
Alasan ke tiga, ia menyebut kepemimpinan Johny Pua tidak lagi didukung sepenuhnya oleh pimpinan PG di 19 desa yang ada di Kecamatan Sonder.
“Sebenarnya, mosi tidak percaya dari pimpinan desa-desa di Sonder sudah lama disampaikan secara lisan kepada kami tapi belum sertamerta kami respon,” ujarnya.
“Kami baru percaya ketika secara terbuka yang bersangkutan terekspos mendukung pasangan calon yang bukan diusung Partai Golkar,” sambung Adrie Kamasi.
Menanggapi sikap DPD II PG ini, Ketua PG Desa Tincep, Angky Wenas menilai sudah sangat tepat.
“Dia (Johny Pua) memang terkesan melakukan pembiaran kepada kami pimpinan (PG) desa. Apalagi dalam menghadapi Pilkada 2024,” katanya.
Beberapa pimpinan desa, lanjutnya, sudah menyampaikan mosi tidak percaya kepada DPD II, namun tak kunjung ada tindaklanjut.
“Nah, nanti kaget setelah membaca ekspose media kalau dia secara terbuka mendukung, bahkan menjadi bagian dari tim relawan pasangan calon lain,” ucapnya.
Angky menyarankan, menghadapi setiap momen pesta demokrasi seperti Pilkada 2024 ini, DPD harus rutin memantau pergerakkan setiap kader di lapangan dan secepanya melakukan koordinasi dan evaluasi.
“Masih bagus kalau terbuka mendukung calon lain. Kalau tidak, bisa saja menjadi musuh dalam selimut,” ujarnya.
Seperti diketahui, Partai Golkar bersama Demokrat dan Perindo mengusung Youla Lariwa Mantik dan Denni Rudi Kalangi (YLM–DRK) pada Pilkada Minahasa 2024.
[**/nly]

