Fajarmanado.com, Langowan–Calon Gubernur Sulawesi Utara (Cagub Sulut), dr. Elly Engelbert Lasut, ME (E2L) menyatakan siap mengawal proses pemekaran kembali Kabupaten Minahasa.
Sikap tersebut disampaikan E2L didampingi Calon Wakil Bupati Minahasa, Denni Rudi Kalangi (DRK) saat kampanye dialogis terbuka di kediaman Gladies Goni–Soriton, Desa Noongan 2, Kecamatan Langowan Barat, Minahasa, pada Rabu (06/11/2024).
“Kalau aturan pemekaran sudah terbuka, maka saya siap memperjuangkan Langowan menjadi kota otonom,” ujarnya.
“Dan saya siap menjadi penasihat Panitia Pembentukan Kota Langowan,” sambung E2L menanggapi pertanyaan Ketua Panitia Pembentukan Kota Langowa, Jeffry Pay.
Sikap E2L, yang berpasangan dengan Hanny Joost Pajouw (HJP) pada Pilkada Sulut 2024, selaras dengan pasangan Pilkada Minahasa 2024, Youla Lariwa Mantik, SH, MH dan Denny Rudi Kalangi (YLM–DRK).
Bahkan, dalam Debat Publik pertama Calon Bupati dan Wakil Bupati Minahasa pada 8 September 2024 lalu, pasangan yang diusung Partai Golkar, Demokrat dan Perindo itu sempat mengungkapkan komitmen mereka mendukung perjuangan pemekaran kembali Kabupaten Minahasa.
“Tanpa didasari keegoisan seorang pemimpin, sehingga di kesempatan ini, saya dan Pak Denni menyampaikan komitmen mendukung penuh pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB), yakni Kota Langowan, Minahasa Barat, dan Minahasa Tengah,” demikian petikan closing statement pasangan nomor urut 2 Pilkada Minahasa yang dibacakan YLM di Ball Room and Convention Mercure Tateli Hotel, Mandolang, malam itu.
Selain itu, dalam beberapa kesenpatan, Youla, sapaan karib YLM mengatakan bahwa pemekaran kembali Kabupaten Minahasa akan memberikan multyplier effect untuk percepatan pembangunan, penyerapan tenaga kerja dan kesejahteraan masyarakat.
Wilayah Kabupaten Minahasa, katanya, masih luas sehingga pembentukan DOB Kota Langowan, Minahasa Tengah (Minteng) dan Minahasa Barat (Minbar) menjadi salahsatu solusi yang efektif.
“Kalau pemerintah pusat membuka kembali kran moratorium pemekaran daerah, saya dan Pak Denni akan bersama-sama dengan panitia pemekaran (daerah) berjuang sampai di pusat,” ujarnya.
[**/tiks]

