Fajarmanado.com, Tondano–Youla Lariwa Mantik, SH, MH dan Denni Rudi Kalangi (YLM–DRK) menaruh perhatian khusus terhadap tiga calon daerah otonom baru (DOB) di Kabupaten Minahasa.
Dalam debat publik calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada Minahasa yang digelar di Wale Ne Tou Minahasa, pasangan nomor urut 2 itu, kembali menyebut manfaat pemekaran daerah.
Saat menyampaikan visi Minahasa Keter YLM–DRK, Cabup Youla Lariwa Mantik bangga dengan kemajuan daerah-daerah hasil pemekaran dari Kabupaten Minahasa.
Selang 2003–2008, sebagai daerah tingkat dua tertua dan terluas di Sulawesi Utara, Minahasa melahirkan empat DOB.
Yakni, Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa Selatan, kemudian Kabupaten Minahasa Utara dan Kabupaten Minahasa Tenggara.
“Seperti halnya Kota Tomohon sudah jauh lebih maju dibanding Kabupaten Minahasa sebagai daerah induknya,” kata Youla, yang kini dikenal wewene keter atau perempuan kuat ini pada Senin, 11 Oktober 2024.
Youla kemudian menyebut filosofi Si Tou Timou Tumou Tou dari pahlawan nasional putra Minahasa, Dr. GSSJ Sam Ratulangi.
Menurut Youla, filosofi yang artinya adalah manusia hidup untuk memanusiakan manusia lainnya itu, sudah sangat dikenal dan mengakar kuat pada masyarakat Minahasa.
“Filosofi inilah yg memotivasi kami untuk bekerja untuk memberikn pelayanan yg terbaik bagi masyarakat Minahasa,” jelasnya didampingi Denni Rudi Kalangi.
“Dan lewat filosofi ini jugalah kami Youla dan Denny berkomitmen utk terus mendukung penuh Pembentukan Daerah Otonom Baru yakni Kota Langowan, Kabupaten Minahasa Tengah dan Kabupaten Minahasa Barat,” ungkapnya.
Dalam debat perdana 8 Oktober 2024 lalu, YLM–DRK juga menyatakan dukungan penuh atas keinginan masyarakat membentuk tiga DOB tersebut.
“Tanpa didasari keegoisan seorang pemimpin, sehingga di kesempatan ini, saya dan Pak Denni menyampaikan komitmen mendukung penuh pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB), yakni Kota Langowan, Minahasa Barat, dan Minahasa Tengah,” ujar Youla saat membacakan closing statement pada debat publik perdana di Ball Room Teteli Beach Hotel, Mandolang, Selasa malam itu.
Dalam berbagai kesempatan lainnya, Youla mengatakan, pemekaran kembali Minahasa adalah salahsatu solusi yang tepat dan cepat untuk pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat secara berkeadilan.
Tak hanya soal rentang kendali yang akan mendekatkan pelayanan administrasi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, pemekaran daerah juga akan menciptakan multiplier effect untuk kemaslahatan masyarakat di tanah Toar Lumimuut ini.
Berbagai kalangan menilai bahwa YLM–DRK tidak menjadikan pemekaran daerah sebagai komoditi politik untuk merebut kekuasaan.
“Rekam jejak dan motivasi Youla dan Denni mencalonkan diri sebagai pasangan bupati dan wakil bupati Minahasa periode 2025–2030 adalah jaminan.
“Dorang dua ini bacalon dengan motivasi mengabdi, bukan mengejar kekuasaan. Makanya, adalah wajar dan masuk akal apabila mereka mendukung aspirasi DOB. Tidak obral janji saja,” komentar tokoh masyarakat Mandolang, Decky Maskikit.
[**/tiks]

