Warga SBT Menjerit, Kelilau: PD Panca Karya dan ASDP Wajib Siapkan Kapal Motor
Abdullah Kelilau

Warga SBT Menjerit, Kelilau: PD Panca Karya dan ASDP Wajib Siapkan Kapal Motor

Ambon, Fajarmanado.com–Warga Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Provinsi Maluku menjerit. Sekira setahun terakhir tak lagi mendapatkan armada transportasi laut.

Sekretaris Komisi III DPRD Maluku Abdullah Kelilau, menegaskan, pada tahun 2025 ini, armada kapal motor penyeberangan, baik milik PD Panca Karya maupun ASDP, wajib melayani masyarakat Kabupaten SBT.

Pasalnya, selama satu tahun terakhir ini, masyarakat di Kabupaten SBT tidak mendapatkan pelayanan terkait dengan transportasi yang biasanya dilayani oleh KMP Ferry Lorry Amar milik PD Panca Karya.

Pada tahun 2023 lalu, katanya, KMP Lorry Amar melayari rute Ambon – Air Nanang – Geser – Gorom – Kesui – Teor – Tual pulang pergi.

“Pasca KMP Bobot Masiwang rusak, memang PD Panca Karya mengambil alih untuk melayani rute ini dengan mengunakan KMP Lorry Ama, tapi sampai sekarang tidak lagi beroperasi,” ujar Kelilau di Gedung DPRD Maluku, Karang Panjang, Ambon, Jumat, 17 Januari 2025.

Alasan KMP Lorry Amar tidak lagi beroperasi, kata Kelilau, karena bermasalah dengan pemakaian BBM yang  mendapatkan subsidi dari pemerintah pusat untuk jalur tersebut.

Ia menegaskan, pada tahun 2025 ini, apapun yang terjadi harus ada armada yang kembali melayari rute Ambon- Air Nanang- Geser – Gorom – Kesui – Teor – Tual pulang pergi.

“Sampai hari ini masyarakat SBT tidak mendapatkan pelayanan transportasi dengan baik, maka di tahun ini harus ada pelayanan di sana,” tegasnya.

Kelilau juga menegaskan, jika tidak ada armada yang melayani masyarakat SBT, maka dipastikan lima pelabuhan di wilayah itu yang dibangun dengan anggaran yang cukup besar akan mubazir, bahkan kemungkinan akan mengalami kerusakan parah.

“Kami memberikan penekanan kepada Pemerintah Provinsi Maluku agar segera ada solusi, apakah diperbaiki ulang KMP Lorry Amar atau diganti dengan armada baru, silahkan, tetapi rute SBT di tahun ini harus jalan, pungkasnya.

[ketty mailoa]