Hasil Pemeriksaan BPK, Bungkam Tudingan Miring dana BOSP SDN Tatelu

Hasil Pemeriksaan BPK, Bungkam Tudingan Miring dana BOSP SDN Tatelu

Airmadidi,Fajarmanado.com – Tudingan miring terkait penyalahgunaan Biaya Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) SDN Tatelu yang katanya digunakan untuk membayar hutang terbukti hoax. Buktinya hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal penggunaan dana BOSP tahun 2024 di sekolah tersebut tidak ada temuan penyalanggunaan dana, apalagi untuk pembayaran hutang.

Hal ini dikatakan kepala sekolah SDN Tatelu Vivi Diane Worotitjan, S.Pd, M.Pd usai pemeriksaan administrasi oleh BPK, Senin (03/03). Menurutnya hasil audit BPK tidak ada temuan dalam penggunaan dana BOSP tahun 2024 lalu. Hal ini secara otomatis menjawab tudingan miring disekolahnya terkait penggunaan dana BOSP yang dimuat salah satu media.

“Berdasarkan hasil audit BPK, SDN Tatelu tidak ada temuan penyalanggunaan anggaran dana BOSP tahun 2024. Hasil pemeriksaan ini menyangkut fisik dan administrasi pembelanjaan yang kami lakukan di tahun 2024 silam. Untuk itu saya sangat menyangkan, jika saya dituding menyalahgunakan dana BOSP oleh oknum wartawan yang parameternya hanya berdasarkan asumsi, bukan berdasarkan administrasi dan fakta pembelanjaan sebagaimana yang dilakukan BPK saat melakukan pemeriksaan.”kata Worotitjan.

Terkait tudingan tersebut, ia akan melayangkan somasi kepada oknum wartawan dan media yang memuat pemberitaan yang terkesan mencederai nama baiknya selaku kepala satuan Pendidikan SDN Tatelu. Jikapun ada pembelanjaan yang terpaksa harus dicarikan solusi oleh kepala sekolah karena dana BOSP belum cair, menurutnya bukan suatu pelanggaran karena faktanya dana BOSP pencairannya sering terlambat sementara kebutuhan rutin sekolah yang menjadi belanja wajib harus dipenuhi guna menjamin kelancaran proses belajar mengajar, dan hal ini menurutnya juga hamipir sama dialami oleh para kepala sekolah.

“Jika alasannya, saya meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan belanja rutin lantas menggantii jika dana BOSP masuk ke rekening sekolah dimana kesalahannya ?. Juga dana tersebut memang sudah tertatah di SIPLah. Berbeda jika saya berhutang ke pihak ketiga untuk kepentingan pribadi lantas menggunakan dana BOSP untuk menutupi hutang tersebut.”tegasnya.

Tindakan oknum wartawan atau media yang memuat pemberitaan miring terkait dirinya menurut Worotitjan terlalu tendensius dan terindikasi ingin menjatuhkan nama baiknya sebagai kepala satuan Pendidikan. Buktinya disaat datang ke sekolah, oknum wartawan mengambil gambar toilet yang rusak dan sudah dijadikan Gudang, sementara 4 buah toilet baru yang baru dibangun luput dari pandangan, atau sengaja tak diliput hanya karena ingin menjatuhkan nama baiknya karena diduga oknum wartawan yang menulis berita tersebut, memiliki persoalan pribadi dengan suaminya sehingga pemberitaan yang disajikan ke publik tidak berimbang.(Joel)