Sikapi Kondisi Keuangan Maluku, Lucky Harap Gubernur Hendrik Lewerissa Manfaatkan Kedekatan Dengan Presiden Prabowo
Lucky Wattimury

Sikapi Kondisi Keuangan Maluku, Lucky Harap Gubernur Hendrik Lewerissa Manfaatkan Kedekatan Dengan Presiden Prabowo

Ambon, Fajarmanado.com–Anggota DPRD Maluku, Lucky Wattimury memgharapkan agar Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dapat memanfaatkan kedekatannya dengan Presiden RI Prabowo Subianto Subianto.

Gubernur Hendrik sekiranya dapat melobi Presiden Prabowo demi  kepentingan masyarakat dan kemajuan Provinsi Maluku.

“Gubernur punya kedekatan dengan Presiden Prabowo. Dalam kampanyenya kan selalu menyampaikan, pilih pemimpin yang dekat dengan Presiden,” katanya kepada wartawan, Selasa, 25 Maret 2025 di Gedung DPRD Maluku, Kota Ambon.

Berbagai persoalan yang dihadapi Provinsi Maluku harus disampaikam lanngsung kepada pemerintah pusat, terutama kepada Presiden Prabowo.

“Saya percaya kedekatan Presiden, akan dimanfaatkan dengan baik oleh Gubernur, satu tujuan untuk membawa Maluku yang lebih maju dan sejahtera,” ujar Lucky,  politisi PDI Perjuangan ini.

Ia mengemukakan hal tersebut menyikapi kondisi keuangan Pemerintah Daerah Maluku yang semakin terpuruk. Katanya, total APBD 2025 Maluku sangat kecil yakni hanya sekitar Rp3,3 Triliun. Belum lagi diperhadapkan dengan kebijakan efisiensi anggaran.

Terpuruknya keuangan daerah, lanjut dia, juga disebabkan karena hutang piutang yang menumpuk ke khas daerah. Baik itu, untuk pembayaran pinjaman ke PT SMI senilai Rp137 miliar selama 7 tahun, maupun hutang kepada pihak ketiga yang mencapai Rp72 miliar.

Kondisi tersebut, tentunya membuat Pemerintah Daerah harus mengambil langkah konkrit, sehingga keuangan daerah tidak habis terpakai. Apalagi hanya membebankan anggaran daerah, dengan tambahan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang hanya sekitar Rp600 juta.

“Pertanyaannya adalah, dengan efesiensi yang dilakukan pemerintah pusat, Maluku ini mau dikemanakan. APBD sudah kecil, masalahnya banyak yang mesti diselesaikan, oleh karena itu, ini tugas berat bagi Gubernur dan Wakil Gubernur,” tuturnya.

Menurutnya, salah satu cara agar Pemerintah Daerah dapat melaksanakan tugas secara baik, maka Maluku harus dibebaskan dari efesiensi anggaran. Apalagi, ada kebijakan Gubernur untuk membangun sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Uang dari mana lagi. Namanya efesien itu dibebaskan dari Maluku lah, kita punya masalah begini rumit, APBD sudah kecil ditambah hutang, rakyat dapat apa?,” cetusnya.

Disingung adanya keluhan Gubernur soal Pokir, Politisi PDIP itu mengaku tidak apa-apa, melainkan ia bersyukur jika Gubernur mengambil hal tersebut, sehingga diketahui ada masalah dengan daerah ini.

“Cara yang bagus menurut saya, beliau tidak menutupi fakta, biarlah beliau mengeluh supaya kita tahu, dan mari kita bicara supaya kita berjuang bersama-sama. Sekarang mari kita satukan tekat, kita maju dekati presiden, untuk kemajuan kedepan,” papar Lucky Wattimury.

 

[ketty mailoa]