Ambon, Fajarmanado.com–Anggota DPRD Maluku, Anos Yeremias mendesak untuk segera dibentuk pos rayon militer (Pos Ramil) di 108 kecamatan.
Pos Ramil mendesak dibentuk di kecamatan-kecamatan yang hingga kini belum memiliki Komando Rayon Militer (Koramil).
Desakan tersebut diarahkan Yeremias kepada Pemerintah Provinsi Maluku untuk segera berkoordinasi dengan Kodam XVI/Pattimura dalam rangka membentuk Pos Ramil.
Ia menilai kehadiran Pos Ramil sangat penting segera dilakukan menyusul meningkatnya intensitas konflik horizontal di beberapa wilayah dalam kurun waktu kurang dari satu bulan terakhir.
“Dalam catatan kami, dalam waktu kurang dari 30 hari, telah terjadi konflik horizontal di kurang lebih lima titik. Ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan kehadiran aparat keamanan di wilayah-wilayah tertentu,” katanya kepada wartawan di Ambon, Selasa, 15 April 2025.
Yeremias mengatakan, kehadiran aparat TNI dan Polri di seluruh wilayah di Provinsi Maluku, terutama di daerah terpencil dengan tingkat kerawanan tinggi sangat penting sekali.
Dari sekian banyak kecamatan di Maluku, Yeremias mengungkapkan kalau belum semuanya telah memiliki Koramil atau minimal Pos Ramil sebagai representasi TNI di wilayah tersebut.
Selain itu, ia juga menyoroti peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) di desa-desa. Dari 1240 desa di Maluku, ia meminta agar dilakukan pendataan ulang.
“Kita tahu ada Bhabinkamtibmas, tapi mereka tidak dilengkapi dengan alat komunikasi yang memadai. Bahkan, untuk tindakan dasar seperti menangani konflik kecil pun mereka kesulitan,” ucap Yeremias.
Di Maluku, katanya, rentang kendali dan geografis sangat sulit. “Contohnya, saya pernah dari Saka ke Rumaholat hanya 30 menit dengan perahu, tapi saat konflik terjadi, penanganannya sangat lambat,” kilahnya.
Yeremias berharap, Gubernur Maluku segera menjalin koordinasi intensif dengan Pangdam XVI/Pattimura dan Kapolda Maluku agar langkah-langkah pencegahan konflik bisa dilakukan lebih baik lagi.
[ketty mailoa]

