Manado, Fajarmanado.com– Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus, SE menunjukkan sikap terhadap kisruh kepengurusan PWI Sulut.
Politisi Partai Gerindra, yang dikenal sangat dekat dengan Presiden Prabowo Subianto ini mengutus Asisten I Setdaprov Dr. Denny Mangala, MSi dan Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi, Informatika (Kominfo), Evans Steven Liow, SSos, MM menghadiri Rakerda PWI Sulut 2025, Rabu, 30 April 2025.
Tak sekadar hadir, Denny Mangala mewakili Gubernur Yulius Selvanus membuka Rakerda yang digelar di Lantai 5 Kantor Pusat Bank SulutGo, Jalan Sam Ratulangi Kota Manado, sore itu.
Begitupun Kadis Evans Steven Liow, juga ikut memberi sambutan pada Rakerda yang mengusung tema; “Meningkatkan Kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik dan Standar Profesionalisme” ini.
Pada kesempatan itu, Denny Mangala menitip pesan ajakan Gubernur Sulut kepada keluarga besar PWI Sulut untuk bersinergi dan aktif mendukung program strategis Pemprov Sulut.
Gubernur Yulius Selvanus, melalui sanbutan yang dibacakan Denny Mangala menilai PWI sebagai organisasi wartawan tertua di Indonesia memiliki posisi vital sebagai mitra pembangunan.
“Kami melihat PWI sebagai kekuatan literasi yang mampu menjembatani komunikasi publik antara pemerintah dan masyarakat,” katanya.
Gubernur juga meminta PWI Sulut agar turut menyosialisasikan dan mengawal berbagai program prioritas pemerintah daerah, seperti pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, transformasi digital, serta penguatan ketahanan pangan dan ekonomi lokal.
Kadis Kominfo, Evans Steven Liow juga mengatakan pentingnya kolaborasi antara insan pers dan pemerintah dalam menghadirkan informasi yang akurat dan mencerahkan masyarakat.
“Pers sebagai salahsatu pilar bangsa, diharapkan dapat memberi kontribusi nyata dalam menyebarkan informasi yang mendidik dan mencerahkan masyarakat demi masa depan NKRI dan Provinsi Sulawesi Utara khususnya,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Ketua PWI Sulut, Vanny Loupatty menyampaikan apresiasi atas dukungan berkelanjutan dari Pemprov Sulut terhadap dunia jurnalistik.
Maemosa, demikian Vanny Laupatty akrab disapa, menjelaskan Rakerda bukan sekadar rutinitas, tetapi wadah strategis dalam menyatukan langkah menuju pers yang independen, profesional, dan bertanggung jawab.
Plt Sekretaris PWI Sulut, Ardison Kalumata, dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapan agar pemerintah terus memberikan ruang dan dukungan bagi pertumbuhan media yang sehat, khususnya di daerah nyiur melambai ini.
Menurutnya, Rakerda PWI Sulut tahun 2025 tidak hanya memperkuat arah organisasi, namun juga menjadi jembatan kemitraan antara pers dan pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang transparan dan partisipatif.
Dengan sinergi yang erat, diharapkan peran pers Sulut semakin kuat sebagai pilar demokrasi dan penggerak literasi publik yang beretika dan profesional.
Pada kesempatan itu, Ardy, sapaan akrabnya, juga menyinggung rencana pelaksanaan Konferensi Luar Biasa PWI Sulut sebagai bagian dari agenda penyegaran dan konsolidasi internal organisasi.
“Dalam waktu dekat, kita akan melakukan konferensi luar biasa PWI Sulut untuk memilih pengurus secara demokratif,” ungkapnya.
Rakerda yang juga didukung Bank SulutGo tersebut dihadiri pengurus 14 kabupaten/kota dan pengurus Provinsi Sulut.
Seperti diketahui, kepengurusan PWI kini terjadi tarik menarik antara Ketua Hendry Ch Bangun dan Zulmansyah Sakedang.
Hendry Ch Bangun cs diberhentikan Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat dipimpinan Sangsongko Tedjo karena diduha menyalahgunakan miliaran dana hibah forum BUMN untuk uji kompetensi wartawan.
DK PWI kemudian menunjuk Zulmansyah Sakedang sebagai Plt Ketua PWI Pusat sisa masa jabatan, lalu menunjuk plt pengurus di sejumlah provinsi yang dinilai membangkang dan tetap berada dalam deretan loyalis Hendry Ch Bangun.
Di Sulut, duet Vanny Loupatty–Ardyson Kalumata sebagai Plt Ketua dan Sekretaris PWI Sulut.
[**heru]

