Kawangkoan, Fajarmanado.com — Memasuki semester ke dua tahun 2025, penataan pedagang Pasar Esa Waya Kawangkoan, Minahasa belum juga ada perubahan.
Pantauan Fajarmanado.com, para pedagang masih saja menyemut berjualan di lapak dan tenda darurat di hampir seantero kedua jalang lingkar.
Sementara lapak-lapak pada los-los yang sejak lama disiapkan untuk pedagang sayur-sayuran, ikan dan daging terpantau banyak yang tak digunakan.
“Ya, so begini terus. Korang beberapa torang (pedagang) di sini. Kebanyakan so bajual di luar,” komentar wanita parobaya, pedagang aneka sayuran.
Hal senada juga disampaikan pedagang daging yang berada di los seberang sayur-sayuran.
“Korang sadiki torang ba jual di sini. Lainnya so pindah di jalan masuk pasar di sana,” ujar pria pedagang daging seraya menunjuk ke arah jalan samping Alfa Midi dan Indo Maret di Kelurahan Kinali.
Di sisi kiri kanan jalan masuk Pasar Esawaya dari arah selatan itu, tampak sederetan tenda lapak yang menjual daging babi dan aneka sayuran pula.
Ketika masuk ke arah pasar, di ke dua sisi jalan yang membentang meliwati gerbang Pasar Esa Waya, berdiri berhimpitan lapak dan atau tenda darurat lainnya. Bahkan, sejumlah mobil bermuatan barang dagangan ikut-ikutan parkir sambil menjual di sisi jalan.
“Jadi so talamburan. Di sana sini so ada yang jual sayor, daging deng lain-lain. Jadi torang di dalam (los) korang tunggu tampias,” tutur pedagang yang bertahan dalam los pasar.
Yang memiriskan, para pedagang ikan yang bertahan dalam los pasar, tinggal sekira 40 dari 80-an lapak permanen yang tersedia. Lainnya, kosong tak digunakan.
“Torang di sini korang dua orang. Tu laeng so cari tampa di luar,” ungkap Gustaf, pedagang ikan asap, yang lebih dikenal dengan sebutan ikan fufu.
Sementara, jalan di sisi utara pasar yang berlokasi di Kelurahan Uner Satu, ini terus dipadati pedagang ikan. Baik ikan laut mentah maupun ikan laut asap.
Bahkan, pedagang sayur-sayuran juga ikut nimbrung di area tersebut walaupun tidak dalam satu lapak yang berjejer.
Jalan ini, diketahui sudah bertahun-tahun “ditutup” gegara telah dipenuhi lapak-lapak darurat dan tenda yang sama-sama darurat.
Apa adanya, karena dibuat secara swadaya oleh pedagang hanya dengan menggunakan terpal sebagai atapnya.
Yang memiriskan, kondisi jalan yang telah disulap sebagai lapak tersebut, telah rusak parah. Ibarat, sungai kering.
Tak hanya itu, di dua sisi jalan itu pun belum juga didukung dengan drainase yang memadai.
Tak heran, ketika musim hujan, air tergenang dan jalan pun becek. Makanya, para pemilik kios di sisi jalan tersebut terpaksa mesti siaga membesihkan sampah yang terbawa air saat hujan agar tidak tergenang dan masuk dalam kios mereka.
“Ya, so begini. Kalu ujang torang musti siap-siap,” ujar Jones, pemilik kios di sisi jalan tersebut.
Sementara itu, Ketua LPMK Uner Satu, Deki Walangitan berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa menaruh perhatian atas kondisi Pasar Kawangkoan.
“Di sini sudah banyak yang harus dibenahi agar pedagang dan masyarakat pengunjung pasar merasa nyaman dan aman,” komentarnya.
Plt. Kepala Pasar Esa Waya Kawangkoan, Meiske Walangitan merespon keberadaan penataan pedagang di pasar ke tiga potensial di Minahasa ini.
Dihubungi melalui pesan WhatsUp, ASN Pemkab Minahasa ini hanya menjawab singkat.
“Untuk smtra msh dlm pendataan … Pedagang kios…,” komentarnya, Minggu malam, 29 Juni 2025.
Namun, ASN yang mendapat nota dinas sebagai UPTD Kepala Pasar Kawangkoan pada Kamis, Mei 2025 ini, belum merespon pertanyaan selanjutnya sampai berita ini diupload. Hanya menyampaikan sementara dalam pendataan pedagang.
[heru]

