Ambon, Fajarmanado.com — Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Saoda Tethool, SH menegaskan akan mengambil langka tegas atas kasus dokumen yang diduga dicuri dari gudang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud).
Saoda mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, bukan hanya 30 karung dokumen dana BOS dan DAK Pendidikan yang hilang, tetapi lebih dari jumlah itu.
Dokumen yang diduga sengaja dilenyapkan tersebut dipastikan ada kaitannya dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2019-2023 dan 2024 disertai dokumen dana alokasi khusus (DAK).
“Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Bidang SMA, yang mengonfirmasi bahwa masih ada beberapa dokumen lain yang juga baru diketahui hilang,” katanya kepada Pers di Kantor DPRD Maluku, Kamis, 3 Juli 2025.
Saat ini, lanjutnya, Dinas Pendidikan telah mengambil langkah dengan melaporkan persoalan ini ke pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan secara menyeluruh, guna mengungkap siapa pelaku sebenarnya.
Jika nantinya terbukti ada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat, maka harus dikenakan sanksi berat sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku.
“Namun hingga saat ini, motif dari hilangnya dokumen-dokumen tersebut belum diketahui secara pasti. Dinas Pendidikan juga belum menerima informasi resmi dari hasil laporan yang telah diajukan,” ujar Saoda.
Politisi Partai Gerindra ini juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima beberapa informasi awal atau bocoran secara informal dari pihak-pihak terkait, termasuk dugaan dari hasil tangkapan layar atau screenshot yang beredar.
Namun demikian, Saoda masih merahasiakan kepada wartawan dengan alasan karena penelusuran masih dalam tahap penyelidikan.
“Ya termasuk usulan dari kami adalah agar semua pihak yang terlibat diperiksa termasuk pihak-pihak yang selama ini memiliki akses,” ujarnya.
“Untuk itu, pihak-pihak yang diduga curi dokumen mereka harus bertanggung jawab atas gudang penyimpanan dokumen, serta pengemudi atau petugas yang mengangkut dokumennya,” sambung dia.
Karena, Saoda menilai bahwa hilangnya puluhan karung dokumen tersebut tentu bukan hal kecil dan tidak mungkin dilakukan tanpa diketahui oleh beberapa pihak terkait.
“Jadi dewan akan ambil langka tegas untuk ikut melapor kasus ini ke pihak berwajib,” tandasnya.
[ketty mailoa]

