Jelang Pengucapan Syukur, Pedagang Pasar Kawangkoan Berebut Tempat Berjualan, Gegara Ini

Jelang Pengucapan Syukur, Pedagang Pasar Kawangkoan Berebut Tempat Berjualan, Gegara Ini

Kawangkoan, Fajarmanado.com — Gara-gara penataan pedagang tak kunjung dilakukan sampai menjelang pengucapan syukur Kabupaten Minahasa 2025, pedagang berebutan tempat jualan di Pasar Esa Waya Kawangkoan.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis pagi, 17 Juli 2025. Tak sedikit terjadi adu mulut antarpedagang tetap dan pedagang musiman.

Semisal, cekcok pedagang aneka bumbu dapur yang rutin memangkalkan mobil pick up sebagai tempat jualan di sisi jalan sebelah utara pasar ke tiga terbesar di Minahasa ini dengan pedagang musiman.

Pasalnya, ketika tiba pagi tadi, tempat parkir mobilnya telah digunakan oleh pihak lain. Pria itupun mencak-mencak sehingga terjadi adu mulut.

“Petugas kwa musti utamakan pedagang tetap, jangan karena so bayar banyak, ndak prioritaskan pedagang tetap,” komentar senada pedagang setempat.

Begitu pun pedagang tetap dan pedagang musiman aneka kebutuhan masyarakat lainnya, adu mulut tak terhindarkan karena berebutan tempat penjualan.

“Ini karena petugas tidak mampu menata pedagang,” komentar pria pedagang tetap Pasar Kawangkoan yang mengaku melerai adu mulut pedagang di sisi jalan pasar.

Pantauau Fajarmanado.com, pemandangan Pasar Esa Waya tak seperti biasanya.

Kendati setiap hari Kamis yang dikenal sebagai “pasar besar” namun jumlah pedagang kali ini jauh membludak.

Bahkan, tenda-tenda darurat meluber sampai di luar area pasar yang berlokasi di Kelurahan Uner Satu tersebut.

Dua sisi jalan ke arah Kelurahan Kinali hingga pinggiran jalan utama penghubung Kelurahan Kinali dan Desa Tondegesan, tampak dipadati pedagang.

Seperti halnya jelang Pengucapan syukur tahun-tahun sebelumnya, barang yang ditawarkan pedagang kali ini, semakin variatif. Tak terkecuali bambu ikan, wadah yang digunakan sebagai sarana memasak khas di Minahasa ini.

Pemandangan ini tak pelak berdampak pada semakin menyempitnya akses jalan di sisi utara dan selatan pasar yang dikuatirkan berdampak leluasanya aksi copet.

Lengang Dalam Pasar

Sementara itu, pemandangan dalam gedung pasar modern di bagian dalam kawasan pasar, tampak lengang.

Puluhan lapak kosong, tak digunakan pedagang bumbu-bumbu dapur dan ikan asap dan ikan kering.

Begitu pun lapak-lapak di dua bangunan los pasar, yang bersandingan dengan los daging, juga banyak yang tidak digunakan pedagang bumbu-bumbu dapur dan sayur-sayuran.

Korang beberapa orang torang di sini. Kebanyakan yang solama pindah berjualan di luar,” ujar wanita parobaya.

Kepala Pasar (Kapas) Esa Waya Kawangkoan, Meiske Walangitan membenarkan persoalan tersebut.

“Memang ada salah paham td…masalah tampa… Memang banyak pedagang yg suka mo ba jual cuma tampa yg ndk memadai… apalagi di jalur jalan muka… Tapi petugas dr pihak pasar so penjelasan kpda pedagang.apalagi byk pedagang yg musiman krn mo pengucapan . Nanty kedepan diusahakan selesai pengucapan… ,” demikian komentarnya tadi malam.

Soal dugaan oknum petugas memberi ruang kepada pedagang musiman yang menyetor uang pelincin, melalui pesan WhatsUp, Kapas Walangitan menjawab, “Siap…..nty..qt. mo konfir pa petugas.”

 

[heru]