GMIM Yerusalem Paal Dua Gelar Ibadah Bulan Peduli Anak, Pnt. Meilanny Pondaag Ajak Orangtua Kembali Hadir untuk Anak

GMIM Yerusalem Paal Dua Gelar Ibadah Bulan Peduli Anak, Pnt. Meilanny Pondaag Ajak Orangtua Kembali Hadir untuk Anak

 Manado,FajarManado.com —Ibadah Minggu di GMIM Yerusalem Paal Dua, Wilayah Manado Timur Enam, pada Minggu, 20 Juli 2025 digelar spesial.

Selain khusuk, khotbah  juga lebih fokus pada kepedulian anak-anak karena dirangkaikan dengan peringatan Bulan Peduli Anak, sebuah program tahunan dari Komisi Pelayanan Anak Sinode GMIM.

Kegiatan ini menjadi pengingat pentingnya peran gereja dan keluarga dalam membentuk karakter anak sejak dini.

Penatua dan pelayan khusus GMIM Yerusalem Paal Dua menumpangkan tangan mendoakan anak-anak Sekolah Minggu dalam ibadah peringatan Bulan Peduli Anak, Minggu (20/7/2025).

Pdt. Relsie Sinaulan, STh dalam khotbahnya menekankan kepada jemaat—khususnya para orang tua—agar tidak melupakan tanggung jawab rohani terhadap anak-anak mereka.

“Orang tua sering kali meminta anak kepada Tuhan, tetapi setelah diberikan, anak itu tidak dirawat secara rohani,” ujarnya.

Menurutnya, anak-anak adalah anugerah, generasi masa depan bangsa dan gereja. Jangan sampai Bulan Peduli Anak hanya jadi simbol, sementara orangtuanya absen dalam ibadah.

Usai ibadah, Ketua Komisi Pelayanan Anak GMIM Yerusalem Paal Dua, Pnt. Meilanny Grace Pondaag, dalam wawancara menyampaikan makna dari peringatan Bulan Peduli Anak.

Ia menekankan bahwa anak-anak adalah ciptaan Tuhan yang mulia dan harus mendapat perhatian penuh dari keluarga serta gereja.

“Sebagai orang tua, guru sekolah Minggu, dan pelayan, kita terpanggil membawa anak-anak hidup takut akan Tuhan sejak kecil. Jangan sampai karena kesibukan kita, anak-anak menjadi terabaikan. Bulan Peduli Anak ini adalah momentum membangkitkan kembali fungsi keluarga—orangtua, opa, oma—dalam mendidik, menjaga, dan mencintai anak-anak,” ujar Pnt. Meilanny.

Ia juga mengajak jemaat untuk memandang anak-anak sebagai pribadi yang berharga di mata Tuhan, tanpa membedakan latar belakang sosial, suku, maupun ras.

“Mari kita lindungi dan cintai anak-anak kita. Yakinkan mereka bahwa mereka istimewa dan dikasihi Tuhan. Semua anak berharga di hadapan-Nya,” ajaknya.

Tak hanya fokus pada pelayanan rohani, dalam kesempatan tersebut Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) juga menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial dengan membagikan bahan natura—beras, minyak kelapa, dan telur—kepada jemaat yang membutuhkan. Langkah ini mencerminkan komitmen GMIM Yerusalem Paal Dua dalam menopang kesejahteraan jemaat, terlebih di tengah tantangan ekonomi saat ini.

Komitmen dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Pnt. Meilanny Grace Pondaag bukan hanya mencerminkan ketulusan dalam pelayanan, tetapi juga menjadi teladan nyata bagaimana seorang pelayan Tuhan hadir menyentuh kebutuhan spiritual dan sosial jemaat—khususnya generasi penerus gereja.

[Ivan]