Masyarakat Kabupaten Bursel Berharap Kehadiran Kantor Kejaksaan Negeri
Solichin Buton

Masyarakat Kabupaten Bursel Berharap Kehadiran Kantor Kejaksaan Negeri

Ambon, FajarManado.com — Menginjak 17 tahun berdiri sebagai Daerah Otonom Baru (DOB), masyarakat Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Provinsi Maluku kini sangat mengharapkan kehadiran Kantor Kejaksaan Negeri di Namrole.

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku, Solichin Buton membenarkan bahwa warga di Kabupaten Bursel menginginkan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) dibangun di daerah itu dan tidak lagi disatukan dengan Kejari Buru.

Kabupaten Buru Selatan sendiri dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2008, yang diresmikan  pada tanggal 21 Juli 2008 dengan Ibu Kota adalah Namrole.

“Memang masukan dan aspirasi dari masyarakat, agar jangan lagi Kejari Kabupaten Buru dan Bursel disatukan di Buru. Mesti ada juga Kejari di Bursel,” kata Solichin kepada wartawan di  Kantor DPRD Provinsi Maluku, Kota Ambon, Kamis, 31 Juli 2025.

Bahkan, lanjutnya, tak hanya Kejari, wakil rakyat dari daerah pemilihan Buru dan Bursel ini mengungkapkan bahwa masyarakat Bursel juga mengginginkan sejumlah lembaga vertikal lainnya, seperti Pengadilan Negeri dan Kepolisian dan TNI dibangun dan bermarkas di Bursel dengan melakukan pemekaran.

Meski demikian, Solihin tak menampik jika Kejari Buru saat ini masih diperhadapkan dengan permasalahan kekurangan tenaga jaksa.

“Ya, itu memang benar. Tapi bagi saya, ketika ada kekurangan tenaga jaksa di Kejari di kabupaten dan kota, yang paling utama  mengedepankan asas integritas. Ini agar proses hukum di kabupaten dan kota berjalan sesuai aturan main,” kilahnya.

Sebelumnya, Kasi Penkum Kejati Maluku, Ardy, SH, MH mengaku, sejumlah Kejari termasuk di Kejari Buru kekurangan tenaga jaksa penyidik belakangan ini.

Namun, Ardy menegaskan bahwa pihaknya tetap konsisten menuntaskan kasus-kasus tindak pidana yang ditangani Kejaksaan di semua daerah selama ini.

 

[ketty mailoa]