Tumpaan, Fajarmanado.com – Kehadiran talud di sisi Sungai Walemba Tumpaan dinilai mengancam keselamatan siswa SMPN 1 Tumpaan. Selain diduga tidak sesuai bestek, ketiadaan pagar mengancam keselamatan siswa.
Realisasi pekerjaan proyek berbandrol sekitar Rp 600 juta dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Selatan (Minsel) ini, pun terkesan tidak tuntas, karena bentuknya tidak sebangun.
“Kalau melihat konstruksi bangunannya, kemungkinan bagian atasnya masih akan disusun dengan pagar karena besi-besi masih menyebul ke luar,” kata Kepala SMPN 1 Tumpaan, Rita MR Wongkar, S.Pd, Minggu, (27/11).
Wongkar berharap volume pekerjaannya masih akan ditambah dengan pembangunan pagar pembatas halaman sekolah dengan sungai karena jika tidak akan membahayakan keselamatan para siswa,” tuturnya.
Namun demikian, Wongkar enggan sesumbar menuding jika pekerjaan proyek tersebut tidak tuntas, meski bagian atasnya tidak semua yang dibangunkan dengan semacam ring balok.
“Saya tidak tahu persis tapi kenyataannya seperti itu. Yang pasti tidak ada lagi aktivitas pekerja di sana,” ujarnya.
Wongkar kemudian mengungkapkan harapannya sekiranya pembuatan tanggul di bantaran sungai Walemba ini masih akan ditambah dengan pembangunan pagar pembatas.
“Pagar sangat perlu dibangun di atas tanggul karena tanpa pagar bisa mengancam keselamatan siswa yang bermain di situ saat jam istirahat,” imbuhnya.
Wongkar tidak bisa menjamin pihaknya dapat mengawasi semua siswa bermain di atas tanggul saat jam istirahat. “Yang dikuatirkan, jangan sampai ada yang terpeleset saat bermain. Bagaimana jadinya kalau saat itu debit air kuala lagi naik,” paparnya sambil bertanya.
Oleh karena itulah dia menghimbau BPBD Minsel dapat mengambil langkah strategis untuk menambah membangun pagar di atas talud tersebut.
“Kalau memang volume proyeknya hanya sampai sebegitu, kami sangat mengharapkan dapat dilakukan penambahan volume proyek tanggul itu dengan pagar demi keselamatan siswa kami,” papar Wongkar.
(andries)

