Kater Posumah Sebut Tunggu Terminal Kawangkoan Selesai Dibangun
Penyelesaian bangunan kantor dengan jalur berangkat mobil angkutan umum di Terminal Kawangkoan ini menjadi alasan belum dilakukan penertiban Terminal Bayangan di Kawangkoan.

Kater Posumah Sebut Tunggu Terminal Kawangkoan Selesai Dibangun

Kawangkoan, Fajarmanado.com – Kepala Terminal (Kater) Kawangkoan, Fanny Posumah menampik tudingan tidak mengindahkan perintah Kadis Hubkominfo Drs Siby Sengke.

“Kita tunggu (terminal) ini selesai dibangun baru melakukan penertiban (Terbayang) itu,” ujarnya kepada Fajarmanado.com di Terminal Kawangkoan, Jumat (9/12).

Menurutnya, penertiban terminal bayangan (Terbayang) di jalan menuju Amurang, yang membatasi Kelurahan Sendangan dan Kelurahan Talikuran Barat sudah menjadi target utama untuk ditertibkan.

“Kan, akan lebih efektif kalau ini sudah selesai dibangun supaya tidak ada lagi alasan lagi dari sopir-sopir Kawangkoan-Amurang untuk tidak mengisi penumpang di sini,” kilahnya.

Seperti diketahui, keberadaan Terbayang tersebut telah berkali-kali mendapat sorotan masyarakat. Drs Eddy Ruata ketika berdialog dengan Kadis Siby Sengke di Terminal Kawangkoan pada 24 November 2016 lalu, sempat mempertanyakan sikap instansi berkompeten itu.

“Mana Kater, tolong dilihat dan ditertibkan (Terbayang) itu,” kata Sengke menanggapi pertanyaan Ruata. “Jangan sampai ada lagi terminal bayangan, apalagi saat terminal ini selesai dibangun,” sambungnya didampingi Kabag Operasional Satlantas Polres Minsel Iptu Ayon.

Namun demikian, aktivitas Terbayang masih juga berlangsung leluasa dalam dua pekan lebih terakhir.

“Saya tidak habis pikir kenapa terminal bayangan di Kawangkoan ini masih juga leluasa beroperasi di kompleks jalan Amurang, padahal sudah diinstruksikan langsung oleh Pak Kadis supaya ditertibkan,” kata Drs Eddy Ruata kepada Fajarmanado.com di Kawangkoan, Kamis (8/12).

Mantan Camat Kawangkoan dan Kabag Administrasi Pemkab Minahasa ini pun mensinyalir jika ada kerjasama terselubung antara jajaran Dihubkominfo Unit Terminal Kawangkoan dengan para sopir angkutan umum Kawangkoan-Amurang.

“Kan aneh. Kadis pun telah menginstruksikan supaya segera ditertibkan tetapi tidak juga dilaksanakan sampai sekarang ini,” kata Ruata, yang dikenal kritis dan vokal ini.

Pekansurya Masengi, tokoh masyarakat Kawangkoan Utara ini, juga mengungkapkan sinyalemen yang sama.

“Kalau tidak ada juga reaksi dan aksi dari Kater, bisa diduga sudah ada permainan di balik keleluasaan beroperasinya terminal bayangan itu,” ujar pria, yang juga dikenal vokal ini.

Karena itulah, ia menyarankan agar Tim Saber Pungli melakukan pemantauan. “Jangan-jangan ada punggutan tak resmi terhadap para sopir Kawangkoan-Amurang sehingga Kater terkesan takut mengambil sikap penertiban terminal bayangan,” papar Banteng, sapaan akrab kakek seorang cucu ini.

(ely)