Diduga Perintah Kater, Proyek Terminal Kawangkoan Tutup Drainase
Kepala Lingkungan Tiga Kelurahan Sendangan Tengah, Kawangkoan Boy Rompaso (kaos merah), warga Kelurahan Uner Satu Hengky Umbas dan pria bermaga T yang mengaku suruhan kontraktor proyek pembangunan kantor, jalur dan Terminal Kawangkoan saat meninjau dan berdiri di atas tanggul pembatas pintu keluar terminal dan jalan, Jumat (9/12). Foto: Heru

Diduga Perintah Kater, Proyek Terminal Kawangkoan Tutup Drainase

Kawangkoan, Fajarmanado.com – Proyek pembangunan kantor dan jalur angkutan di terminal Kawangkoan, Minahasa menuai protes. Pembuatan tanggul menutup drainase sehingga menyebabkan banjir kiriman di rumah-rumah penduduk.

‘Pembuatan tanggul ini tidak beres. Bukannya bermanfaat tetapi justru menimbulkan banjir di halaman rumah kami,” kata Hengky Umbas kepada Fajarmanado.com di Terminal Kawangkoan, Sabtu (10/12), pagi tadi.

Warga Kelurahan Uner Satu, Kecamatan Kawangkoan ini mengaku air kiriman dari terminal dan sekitarnya tidak lagi mengalir melalui drainase tetapi mengikuti jalan dan menyebrang ke dataran lebih rendah di halaman rumah di sebelah Timurnya.

“Soalnya, drainase sudah ditutup dengan tanggul ini,” ujar pria yang dikenal Ketua KUD Kawangkoan sambil menunjuk tanggul baru di depan jalur ke luar kendaraan yang tengah dirampungkan di Terminal Kawangkoan.

“Ini aneh bin ajaib. Bukannya dibuatkan jalan ke luar untuk mobil tetapi hanya dibangunkan tanggul dan menutupi drainase. Ini pun telah menggunakan area manfaat jalan,” kata Boy Rompas, Kepala Lingkungan Tiga Kelurahan Sendangan Tengah, lokasi Terminal Kawangkoan ini.

Rompas mengatakan, masalah ini telah mendapat respon Camat Dra Meike Rantung dan Lurah Debby Pinatik, SE. “Ibu Camat sudah menelepon Pak Kadis (Hubkominfo) untuk mencarikan solusi.

Kadis Hubkominfo Minahasa Drs Siby Sengke, MAP dikabarkan telah melakukan peninjauan langsung di lokasi pada Jumat (9/12), siang kemarin. “Pak Kadis telah menyampaikan akan memerintahkan kontraktor untuk membongkarnya,” kata Lurah Pinatik.

Pembongkaran kembali tanggul tersebut akan diganti dengan menempatkan gorong-gorong dan mencukur tanah menjadi landai sehingga bisa dilewati mobil yang hendak ke luar dari jalur tempat mangkal mengisi penumpang.

Beberapa jam sebelumnya, sekitar pukul 10.30 Wita, Jumat siang lalu, Kater Kawangkoan Fanny Posumah didatangi warga Uner Satu. Mereka mengeluhkan keberadaan tanggul tersebut.

“Waktu dorang beking, kita sudah sampaikan kepada Pak Kadis,” ujarnya singkat namun tidak mengungkapkan reaksi atasannya itu. “Ya, Pak Kadis katanya akan datang sebentar untuk melihat,” katanya.

Sementara itu, seorang pria yang mengaku suruhan kontraktor proyek pembangunan kantor, jalur kendaraan dan gapura Terminal Kawangkoan mengatakan pembuatan tanggul tersebut atas permintaan Kater Posumah.

“Kater yang minta kepada pekerja. Ya, namanya mereka yang jadi pengguna, maka kepala bas (tukang) hanya ikut-ikutan saja. Padahal ini tidak masuk pada item proyek,” kata pria yang mengaku hanya membantu kontraktor ini.

Pria bernisial marga T yang tak inggin disebutkan identitas jelasnya ini mengakui jika tidak perlu ada pembuatan tanggul di jalur pintu ke luar terminal. “Tapi Kater memaksa. Katanya, dia kekurangan tenaga,” ungkapnya sambil tersenyum sinis.

(ely)