Manado, Fajarmanado,com – Gubernur Olly Dondokambey menegaskan bahwa pariwisata dan pertanian tetap menjadi leading sektor pembangunan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut)
Gubernur mengungkapkan kembali hal tersebut ketika membawakan materi pada Diskusi Peran Sektor Pariwisata dan Petanian dalam memajukan Perrkonomian Sulut di Manado, Rabu (18/1/2017).
Pada diskusi yang digelar di LN Palar Room Graha Pena Manado Post, Kelurahan Rike ini, gubernur hadir bersama wakil gubernur (Wagub)Drs Steven Kandouw dan Sekprov Edwin Silangen beserta pejabat instansi terkait.
Ia mengatakan, sebagai leading sector pembangunan daerah maka peningkataan infrastruktur pariwisata akan terus dilakukan dibarengi dengan merangkul dan menjalin sinergitas serta kerjasama dengan stakeholder terkait.
Untuk meningkatkan kunjungan wisata, lanjut dia, Pemprov terus menjajagi sejumlah penerbangan langsung dari dan ke Manado dengan beberapa kota besar di China.
Gubernur berharap upaya Pemprov ini harus dibarengi dengan terjaminnya keamanan dan kenyamanan wisatawan selama berada di daerah ini.
“Stabilitas daerah harus dijaga agar para wisatawan bisa datang di sini. Harus didorong juga dukungan dari masyarakat,” ujar Olly, sapaan akrab gubernur ke dua pilihan rakyat Sulut ini.
Selain memperluar jalur penerbangan langsung dari luar negeri, terutama dari China ke Manado dan meningkatkan inftrastruktur pariwisata, menurut Olly, Pemprov Sulut juga telah mengirim utusan mengikuti pelatihan di Negeri Tirai Bambu, China ini.
“Kita telah kirim orang untuk pelatihan selama 6 bulan di China. Besok sudah datang untuk mendukung pariwisata supaya komunikasi dengan turis bisa lancar,” jelasnya.
Sebagaimana pariwisata, Gubernur mengatakan, pembangunan sektor pertanian yang juga merupakan sektor andalan daerah Nyiur Melambai, akan terus didukung dalam angka peningkatan ekonomi daerah dan masyarakat.
Keberhasilan mengembangkan sektor pariwisata dan pertanian, telah mampu menekan tingkat inflasi di daerah ini. Jika tahun-tahun sebelumnya berada pada kisaran 7 sampai 8 persen, maka sampai November 2016, hanya berada pada angka 5 persen.
“Ini merupakan keuntungan bagi kita supaya tidak ada gejolak di masyarakat,” katanya.
“Kita sudah memanfaatkan dari agro bisnis menjadi agro wisata dalam menunjang ekonomi di Sulut,” sambung Olly.
Gubernur juga berharap Sulut bisa menjadi penyanga beras dan jagung di wilayah Timur indonesia
“Saya sudah berbicara dengan pak menteri kalau tidak berikan stimulasi, semua pekerjaan yang kita kerjakan tanpa alat pasca panen yang baik, maka semua akan sia sia,” kata tambah Gubernur
Gubernur pun menyatakan bahwa untuk mencapai hasil maksimal maka semua instansi dinas dan badan terkait harus turun ke bawah atau lapangan untuk mengetahui dan mengawasi langsung para pelaku di lapangan supaya program-program tepat sasaran semua.
“Bagaimana sektor dan periwisata dan pertanian ini bisa berjalan baik untuk mensejahteraan rakyat di Sulut kalau tidak diawasi dan dikawal langsung pelaksanaannya di lapangan,” papar Gubernur Olly.
(ely)

