GMIM Buka Jemaat Baru di Melbourne, Australia
Sebagian keluarga asal Minahasa yang ada di Australia berfoto bersama Ketua Sinode GMIM Pdt HWB Sumakul

GMIM Buka Jemaat Baru di Melbourne, Australia

Tomohon, Fajarmanado.com – Setelah membuka jemaat baru di Amerika dan Jepang, GMIM akan segera membuka jemaat baru di Melbourne, Australia. “Untuk meresmikan gereja GMIM di Melbourne, saat ini sedang diselesaikan proses adminidtrasinya,” ujar Wakil Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS)GMIM Bidang Pengembangan Sumber Daya Pdt Petra Rembang, MTeol kepada fajarmanado.com, Selasa (04/04/2017).
Sebagaimana diketahui, Pdt Petra Rembang baru saja kembali dari Australia mendampingi Ketua Sinode GMIM Pdt Dr HWB Sumakul, untuk merintis pembukaan jemaat baru di sana. Hal ini sejalan dengan visi global church GMIM, dimana GMIM saat ini membuka kesempatan untuk mendirikan gereja di luar Tanah Minahasa, termasuk di luar negeri.

Menurut Pdt Rembang, di Melbourne ada sekitar 40 rumah tangga asal Indonesia, termasuk dari Minahasa, yang berkerinduan mendapat pelayanan dari GMIM. Selain yang sudah berumah tangga, banyak pula mahasiswa asal Indonesia  “Dan atas kerja sama dengan gereja Uniting Church, untuk pendirian GMIM di sana, disediakan gedung gereja dan pastori.”

Dalam kunjungan ke Australia, Ketua Sinode GMIM Pdt HWB Sumakul, sempat dipercayakan untuk memimpin ibadah di salah satu gereja di Melbourne. Dalam  kunjungan itu juga, dilakukan pertemuan dengan warga Kawanua yang kini menetap di Australia.

Sejalan dengan rencana tersebut, BPMS GMIM telah mengeluarkan surat keputusan no A.419 tahun 2016, untuk mengutus Tenaga Utusan Gereja (TUG), yaitu Pdt Lidya Massie-Kumajas, MTeol, yang akan bertugas melayani di Melbourne dan Sidney. “Untuk saat ini sedang diselesaikan pengurusan visa bagi pendeta TUG, untuk bisa melayani beberapa tahun di sana,” jelasnya.

Sementara itu, Pdt Lidya Massie-Kumajas beserta keluarganya, sudah menyatakan kesiapan untuk melayani di Melbourne dan Sidney. “Jemaat Kristen asal Indonesia, termasuk dari Minahasa memang sangat merindukan pelayanan yang intensif. Saat ini mereka hanya beribadah di gereja pada hari Minggu saja. Sedangkan kunjungan ke tempat tinggal masing-masing dan penggembalaan oleh pendeta, belum dilaksanakan,” tutur Pdt Lidya.

Untuk tugas pelayanan tersebut, Pdt Lidya beserta keluarga memohon doa dan dukungan dari warga GMIM di Tanah Minahasa, agar pelayanan GMIM di Australia diberkati Tuhan.

Jeffry Th. Pay