Amurang, Fajarmanado.com – Dalam rangka Paskah Yesus Bangkit, Minggu (16/4) GMIM Tesalonika Buyungon Wilayah Amurang Dua menggelar Prosesi Pawai dan Jalan Salib. Dari 15 kolom di GTB tersebut diwajibkan ikut dalam kegiatan tersebut. Bahkan, proses pawai dan jalan salib ini sudah menjadi kalender resmi setiap tahun.
Ketua BPMJ GMIM Tesalonika Buyungon, Pdt Deasye Maindoka, M.Th (Ny Maleke) melepas pawai dan proses jalan salib dalam rangka Paskah kemenangan Tuhan Yesus, yang mati dan bangkit untuk kita. ‘’Saya, atas nama BPMJ GTB melepas pawai dan prosesi jalan salib dalam rangka Paskah Yesus Kristus. Ini merupakan kebanggaan kita sendiri. Karena memang, kegiatan ini diikuti 25 kolom yang ada di GTB sendiri,’’ujar Pdt Deasye Maindoka.
Dikatakan Pdt Deasye Maindoka, bahwa kegiatan pawai dan prosesi jalan salib sudah menjadi kalender tahunan. Kegiatan ini digelar oleh panitia hari-hari besar keagamaan di GMIM Tesalonika Buyungon. Dan semuanya kolom wajib mengikuti kegiatan ini. Karena memang, pelayan khusus (Pelsus) di GTB juga wajib menyampaikan kepada jemaat bahwa kegiatan ini merupakan motivasi untuk kita semua.
Pnt Jemmy Aluy, SPd mengaku senang mengikuti pawai dan prosesi jalan salib. ‘’Dari ASM hingga remaja dan pemuda serta anggota jemaat angat antusias mengikuti dan mensukseskan acara ini. Karena memang, acara diatas sudah menjadi kalender tahunan. Dan setiap kolom yang tidak mengikuti, pihak panitia memberi sanksi,’’jelas Aluy.
Dikatakan staf guru SMAN 1 Amurang Barat ini, bahwa kegiatan diatas juga untuk memotivasi anggota jemaat. Mungkin, tahun ini jarak yang kami lewati tidak terlalu panjang. Tetapi, tahun ini masih lebih pendek jalan yang dilewati peserta.
‘’Namun yang pasti, pelaksanaannya berjalan dengan baik. Bahkan, anggota jemaat kolom 14 yang dipimpinnya sangat antusias mengikuti sejak persiapan hingga dilaksanakannya,’’tegas Pnt Aluy lagi.
Dari pantauan Fajarmanado.com satu hari sebelum pelaksanaan pawai dan prosesi jalan salib, peserta antar kolom sudah giat melakukan dekorasi di rumah pelsus. Sekaligus mempersiapkan segala yang diperlukan. Menariknya, kegiatan diatas tak hanya jemaat GMIM yang ikut, namun ada juga jemaat GpdI, KGPM dan Katolik yang tinggal dilingkungan jemaat GTB tersebut.
(andries)

